Widvāṅga: Perilaku Semu

Mutiara Weda
Yogyakarta, 05/03/2026

Umat Sedharma, jika dilihat dinamika kehidupan di zaman ini, artha (harta/uang) ataupun kekayaan seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlap artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan serta sangat dihargai pada zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia terasa diselubungi oleh kegelapan dan pelaku-pelaku kesemuan, serta penuh dengan sandiwara Sang Widvāṅga (pelaku kepalsuan), sehingga seolah-olah dunia kehilangan kesucian dan kekuatannya.

Jika kita amati dalam keseharian, orang yang suka berderma justru jatuh miskin. Begitu pula para penjahat mendapatkan umur yang panjang, sedangkan orang baik cenderung lekas mati. Tingkah laku orang hina dianggap mulia; demikian pula sebaliknya, orang bodoh dianggap bijaksana, serta orang berbudi rendah dipandang luhur. Inilah beberapa karakter dari zaman Kali Yuga yang patut diwaspadai.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu kita hendaknya selalu mewaspadai kecenderungan dari pengaruh zaman Kali Saṅgara yang membawa berbagai macam cobaan dan godaan, baik lahir maupun batin. Caranya adalah dengan memantapkan kembali tatanan kehidupan beragama yang benar, dengan mengimplementasikan nilai-nilai tapa, brata, yoga, dan samādhi dalam keseharian, serta senantiasa nyasa kṛti (melakukan perbuatan suci/kebajikan). Dengan demikian, niscaya kita dapat terhindar dari pengaruh zaman tersebut dan menuju kebahagiaan, baik sekala (dunia nyata) maupun niskala (spiritual).

(Ślokāntara 81.65)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sat, Cit, Ananda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/08/2026 Umat Sedharma, Pustaka Suci Weda mengajarkan agar kita senantiasa setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menapaki jalan menuju ketenangan serta kedamaian batin (Parama Śānti). Satyam eva jayate nānṛtam.Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti. Kebenaran dan kejujuran merupakan sifat serta hakikat Ketuhanan, yaitu Sat, Cit, Ananda Brahman, yang menjadi bagian dari dasar…

  • Berbuat dengan Ketanpaakuan

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/03/2026 Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan bahwa orang yang berkeinginan untuk berbuat tanpa keakuan (ahaṃkāra) akan memperoleh kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus diibaratkan seperti air yang mengalir ke dalam samudra. Walaupun terus-menerus mengalir, samudra tetap tenang dan tidak meluap. Demikian pula orang yang berjiwa sabar dan…

  • Berbuat dengan Ketanpaakuan

    Mutiara Weda15/03/2025 Umat Sedharma, dalam susastra ada ungkapan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus ibarat air yang masuk ke dalam samudra—walaupun terus-menerus, namun tetap tenang tak bergerak. Demikian pula halnya dengan orang yang berjiwa sabar dan…

  • Meyadnya Jalan Menuju Jagadhita

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/03/2026 Umat sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya keinginan untuk mendapatkan kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam menjalankan proses saṃsāra di dunia ini telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Sedangkan mereka yang telah memperoleh kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam kehidupan ini tanpa melaksanakan yajña, sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai “pencuri”. Demikian pula halnya,…

  • Sentuhan Indria Perlu Diatur

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/09/2025 Umat sedharma, sifat keterikatan (rāga) dan kebencian (dveṣa) yang sering menggerogoti jiwa umat manusia sangat dipengaruhi oleh pengaturan sentuhan-sentuhan indria (indriya) dengan obyek indria. Bila tidak dikendalikan, kedua sifat tersebut akan mempermudah terwujudnya kesadaran diri (ātma-jñāna). Bagi mereka yang jiwanya selalu dipengaruhi oleh rasa benci, iri hati, dan sejenisnya, sesungguhnya adalah orang…