Sinergis Dalam Berpikir

Mutiara Weda
Yogyakarta, 03/08/2025

Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan: Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama, mengajarkan kepada kita, umat sedharma, untuk selalu bersinergis dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah… dst.

Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau kejiwaan yang sama, dan perasaan bersahabat yang tanpa kebencian—seperti halnya induk sapi yang mencintai anaknya. Begitulah seharusnya tatkala kita membangun persahabatan dalam persatuan.

Rasa persatuan akan dapat dibangun dan tumbuh manakala terwujudnya keserasian, sinergisitas, dan kebersamaan, terutama dalam pikiran. Bila pikiran sinergis, akan tumbuh dan berkembang cinta kasih serta terbangunnya persatuan umat Hindu.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita bangun kebersamaan dan persatuan, bersinergi satu sama lain, satukan pikiran, satukan tujuan, serta bangun keserasian: sam vo manamsi sam vrata. Niscaya dengan demikian akan dapat terbangun keserasian dan kerukunan umat sedharma menuju persatuan medharma santi nantinya.
(Reg Veda X.191.2)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bunga Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/10/2026 Umat Se-Dharma, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang penuh tanpa gangguan akan memberikan ketenteraman bagi Sang Ātman, sehingga dapat mencapai kebahagiaan sejati. Keadaan tersebut akan mengantarkan pada kelahiran yang disebut Deva Yoni, yang disebut pula sebagai Aisvarya, serta menjadi buah atau bunga-bunga Dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit Adharma…

  • Visudha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/05/2025 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci Weda menyebutkan:Sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri — Svatantra Katah. Demikian pula, tak satu pun manusia bisa luput dari kerja walaupun hanya sesaat, oleh hukum alam manusia dibuat tidak berdaya untuk selalu bekerja. Kualitas perbuatan…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/04/2026 Umat sedharma, pañca śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut sebagai nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang nāstika adalah mereka yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik, atau disebut niṣkriya (tidak aktif dalam menjalankan…

  • Ageng Yasa Ageng Goda

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/02/2025 Umat se-dharma, dalam sebuah Paribhasa ada mengungkapkan: semakin tinggi pepohonan, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Demikian pula halnya dalam perbuatan, semakin banyak berbuat maka akan semakin banyak godaan & cobaan yang akan dihadapi. Ageng Yasa Ageng Goda. Selalu berbuat dan berpasrah diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa menjadi suatu…

  • Konsep Ngayah dalam Beragama Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/06/2026 Umat sedharma, Dalam pustaka suci disebutkan: Kurvann eveha karmāṇi jijīviṣec chataṁ samāḥ … Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk bekerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban sekaligus kebajikan. Berbuatlah semata-mata demi kewajiban, bukan karena selalu memikirkan hasil dari perbuatan itu. Jangan menjadikan pahala sebagai motif utama. Inilah konsep ngayah…

  • Pendidikan Hindu Dimulai Sejak Dalam Kandungan

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/11/2025 Umat se-dharma, jika dilihat dari konsep pendidikan, sesungguhnya pendidikan dalam ajaran Hindu telah dimulai sejak adanya benih bayi dalam kandungan melalui rangkaian upacara śarīra-saṁskāra: garbhādhāna-saṁskāra, puṁsavana-saṁskāra, dan sīmantonnayana-saṁskāra. Upacara garbhādhāna-saṁskāra dilaksanakan pada saat terjadinya pembuahan benih bayi dalam kandungan. Upacara puṁsavana-saṁskāra dilakukan ketika usia kandungan memasuki tiga bulan. Sedangkan sīmantonnayana-saṁskāra dilaksanakan saat…