Filosofi Dvijottama
Disajikan sebuah topik tentang Dvijottama yang berarti pendeta utama, pendeta terkemuka. Mari kita pahami ajaran luhur tentang kepanditaan melalui pustaka suci Bhagavad Gītā I.7 yang dikutip sebagai berikut:
“अस्माकं तु विशिष्टा ये तान्निबोध द्विजोत्तम ।
नायका मम सैन्यस्य संज्ञार्थं तान्ब्रवीमि ते ॥ १-७॥
asmākaṁ tu viśiṣṭā ye tān nibodha dvijottama,
nāyakā mama sainyasya saṁjñārthaṁ tān bravīmi te
Artinya:
“Ketahuilah, mereka (sebagai) pemimpin-pemimpin pasukan kami; untuk diketahui, saya sebutkan mereka — yang pertama adalah paduka, Pendeta utama.”
Makna filosofi Dvijottama bagi umat Hindu adalah bahwa orang suci juga harus tekun belajar terus kepada guru nabe, kepada guru suci yang patut diteladani oleh umat Hindu. Ada kebanggaan bagi umat Hindu memiliki pendeta utama atau pendeta terkemuka. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan disajikan berikut ini:
a) Viśiṣṭā ye berarti “Tuankulah yang paling utama.”
Maknanya bahwa Dvijottama adalah orang mulia yang utama, orang suci yang utama, pendeta yang utama, pribadi yang sangat bijaksana, dan menjadi panutan dalam spiritual Hindu. Ia adalah figur suci yang terkemuka.
b) Tān Nibodha berarti “ketahuilah mereka itu.”
Maknanya bahwa Dvijottama adalah sosok yang dikenal dalam bidang agama Hindu. Ia wajib dikenal, dijunjung tinggi, dan dimuliakan sebagai tokoh suci yang populer, termasyhur, dan dihormati di berbagai belahan dunia. Umat Hindu patut memiliki orang suci terkemuka dalam perilaku, wawasan, pelayanan, serta penguasaan dan pengajaran kitab suci. Ia adalah penulis sastra suci, gemar berdialog publik, dan sumber kebijaksanaan.
c) Dvijottama berarti pendeta utama, pendeta terkemuka.
Maknanya bahwa umat Hindu memerlukan figur pendeta utama yang menjadi panutan dalam sikap, pemikiran, dan perkataan. Hindu akan berkembang berkat keutamaan jati diri seorang pendeta. Pendeta sejati tidak menjadikan bisnis atau hal-hal material sebagai tujuan utama. Ia tampil elegan, lembut, terampil, cerdas, dan bijak di hadapan umat sampai pelosok daerah.
d) Nāyakā berarti pemimpin (plural); dari akar kata naya (membimbing, memimpin, membawa).
Maknanya bahwa Dvijottama adalah pemimpin umat Hindu di era global — pendeta yang eksis secara universal, tersohor di kalangan umat Hindu dunia. Walau penuh tantangan, tugas mulia sebagai pendeta adalah sāsana suci yang wajib dijalankan secara tulus. Pendeta membawa nama besar umat Hindu dan menjadi pelopor kṣatriya, wīra, dhīra, prawira, dan satya bagi umat.
e) Sainyasya (Sena) berarti angkatan perang atau pasukan bersenjata.
Maknanya bahwa Dvijottama, dalam kondisi apa pun, tetap tampil sebagai sena, pemimpin perjuangan umat Hindu. Ia turut bersuara kepada pemerintah untuk memperjuangkan pembangunan tempat suci, ijin yang sulit, tidak adanya bantuan dana, atau diskriminasi terhadap umat Hindu. Pendeta utama berjuang di garis depan sesuai sūla dan sāsana pandita, menjadi pelita suci atau saṁjñārthaṁ — yang patut diketahui.
Makna Dvijottama patut dipahami secara bijak demi kemajuan umat Hindu di masa depan yang gemilang.
Intinya, Dvijottama adalah perwujudan dari Sainyasya, Nāyakā, Tān Nibodha, Viśiṣṭā ye, dan hakikat kepanditaan suci.
Semoga Hindu jaya di bumi ini.
Semoga semua rahayu. Ksama ca Ksami.
Palangka Raya, 2 Agustus 2025
Oleh: I Ketut Subagiasta
