Meyadnya Jalan Menuju Jagadhita
Mutiara Weda
Yogyakarta, 29/03/2026
Umat sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya keinginan untuk mendapatkan kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam menjalankan proses saṃsāra di dunia ini telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Sedangkan mereka yang telah memperoleh kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam kehidupan ini tanpa melaksanakan yajña, sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai “pencuri”.
Demikian pula halnya, bagi mereka yang tidak mempersembahkan Pañca Mahā Yajña ke hadapan Sang Maha Pencipta, orang seperti ini diibaratkan sudah mati walaupun masih bernapas, atau manusia hidup tanpa kepala.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan upacara Pañca Yajña dengan lima ukuran penting dalam pelaksanaannya, yaitu:
Ahuta: mengucapkan doa mantra dari pustaka suci Weda.
Huta: melakukan persembahan melalui homa yajña.
Prahuta: melaksanakan upacara atau wali yang dihaturkan di atas tanah kepada para bhūta.
Brahmahuta: menerima dan menghormati brāhmaṇa dengan penuh rasa bhakti.
Prasita: melakukan persembahan tarpaṇa kepada para pitṛ (leluhur).
Niscaya, akan terbangun kehidupan umat Hindu yang bahagia lahir maupun batin, serta harmonis secara sekala (nyata) dan niskala (spiritual).
(Bhagavadgītā III.12 & Manusmṛti III.74)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
