Beragama Jangan Lepas dari Ageman

Mutiara Weda
30/07/2025

Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, kebingungan, bahkan keraguan terhadap agamanya, dapat dipastikan akan merapuhkan pondasi agama yang berdampak pula pada rapuhnya pemahaman inti sari dari ajaran agama.

Pemahaman ajaran agama secara benar menjadi suatu keharusan dan bersifat mutlak, melalui tattwa-tattwa agama, ethika agama, maupun upakara agama, dengan berpegang teguh pada sumber-sumber Dharma serta pokok-pokok dasar ajaran, yaitu tiga kerangka dasar yang menjadi roh atau jiwa ajaran Hindu Dharma, yang wajib dilaksanakan secara sinergis dalam Tri Jñāna Sandhi bagi umat Hindu.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu untuk selalu memegang teguh agem ageman dalam beragama, dengan mempelajari kembali pustaka suci Weda secara benar, utuh, dan sempurna, baik melalui Weda Śruti maupun Weda Smṛti, dengan cara belajar Weda secara bertahap, berjenjang, dan komprehensif. Tidak dibenarkan belajar Weda menggunakan jalur jalan pintas dengan dalih praktis, simpel, mudah, sederhana, dan sejenisnya, yang cenderung menyesatkan.

Niscaya umat Hindu akan ajeg dengan Dharmanya, kuat dalam Śraddhā-nya, serta kokoh dalam ajarannya yang Sanātana Dharma, demi mewujudkan umat Hindu yang bahagia, sekala maupun niskala, Jagadhita dan Mokṣa nantinya.
(Kitab Swastika Rana)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Sukham

    Palangka Raya, 23.10.2025 Disajikan topik filosofi Sukham, artinya kebahagiaan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II.66 yang dikutip sebagai berikut: “नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥ २-६६॥nāsti buddhir ayuktāsya na cāyuktāsya bhāvanāna cābhāvayatah śāntir aśāntasya kutaḥ sukham“Artinya:Tak ada kebijaksanaan pada pikiran yang tak terkendalikan, dan juga tak…

  • Vedavidah (BG VIII.11)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)9 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Vedavidah (BG VIII.11) Vedavidah adalah ahli Weda. Umat Hindu hendaknya menjadi Vedavidah vadanti, yaitu umat yang memahami dan mampu mengucapkan mantra-mantra suci Weda dengan baik. Minimal mampu melaksanakan Tri Sandhya, melakukan puja dan puji suci, serta berdoa sesuai dengan ajaran Weda. Sebagai umat sedharma yang…

  • Jalan Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/11/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: Svasti panthām anu careṇaṁ… dan seterusnya. Mengikuti jalan Dharma—jalan yang benar, jalan kebajikan—serta selalu mendekatkan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan kewajiban setiap umat Hindu dalam melangsungkan kehidupan guna memperoleh tuntunan dan kemuliaan hidup. Orang yang memiliki keyakinan dalam menjalankan kebenaran dan…

  • Kesiapan akan Kebangkitan Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/07/2026 Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dalam menyongsong kebangkitan Hindu adalah kesiapan akan penguatan agem-ageman dalam beragama Hindu. Adapun yang menjadi benih atau cikal bakal penguatan tersebut terletak pada kuatnya agem-ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, bingung, bahkan ragu terhadap agamanya, dapat dipastikan rapuhnya pondasi agama yang berdampak pada rapuhnya…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/06/2025 Umat Se-Dharma, Di dalam sastra suci Hindu diungkapkan bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) dan mensinergikan antara pikiran,…

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/12/2025 Umat sedharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan, menjadi sumber pengetahuan, sekaligus berfungsi sebagai perantara tercepat dalam diri manusia. Pikiran adalah penentu baik dan buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indria dan menjadikan niat atau tekad…