Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

Umat Se-Dharma, dalam pustaka suci ada mengungkapkan: tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan, begitu juga tidak ada musuh sejahat kemarahan (Krodha), pun tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan. Demikian pula halnya, tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (Tyāga).

Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan di zaman ini, baik dalam bekerja, bergerak, maupun dalam mencari kebutuhan hidup sebagaimana orang-orang lain lakukan, tapi dalam hati tidak ada rasa kegelisahan oleh nafsu tersebut.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu, sikapi proses kehidupan duniawi ini dengan jalan merasakan kesepian di tempat yang ramai dan merasakan ramai dalam kesepian di sekeliling. Niscaya, kebahagiaan hidup akan dapat dirasakan.
(Kitab Slokantara 39.54)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Dvividhā Proktā

    Palangka Raya, 8.11.2025 Diuraikan tentang filosofi Dvividhā Proktā, artinya dua hal disiplin pengetahuan diajarkan konteks brahmacārī āśrama (masa siswa). Mari dipahami ajaran mulia pada pustaka suci Bhagavad Gītā III.3 yang dikutip sebagai berikut. “श्रीभगवानुवाचलोकेऽस्मिन्द्विविधा निष्ठा पुरा प्रोक्ता मयानघ ।ज्ञानयोगेन साङ्ख्यानां कर्मयोगेन योगिनाम् ॥३–३॥ śrī-bhagavān uvāca:loke ’smin dvi-vidhā niṣṭhā purā proktā mayā’naghajñāna-yogena sāṅkhyānāṁ karma-yogena yoginām Artinya:Śrībhagavān…

  • Tiga Siklus Hidup Manusia

    Mutiara Weda Yogyakarta, 19/05/2026 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur proses kehidupan, yaitu utpatti, sthiti, dan pralina; kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian atau kembali ke asal. Ketiga hal tersebut merupakan wujud kemahakuasaan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa dalam konsep Tri Kona. Setiap manusia yang hidup…

  • Selalu Berpikiran Positif

    Mutiara WedaYogyakarta, 27/04/2026 Umat sedharma, tingkat getaran pikiran atau intuisi menentukan kualitas spiritual seseorang. Pikiran menjadi pemeran utama yang dapat membawa manusia ke dalam siklus kelahiran kembali (saṃsāra) maupun menuju kelepasan (mokṣa). Dalam ajaran suci dinyatakan: mana eva manuṣyāṇāṃ kāraṇaṃ bandha mokṣayoḥ (pikiran adalah penyebab keterikatan dan juga kebebasan). Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memasukkan…

  • Filosofi Brahmacārī

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan topik Brahmacārī, artinya pelajar, sesuai ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharma Śāstra Sloka VI-87 yang dikutip sebagai berikut: “ब्रह्मचारी गृहस्थश् च वानप्रस्थो यतिस् तथाएते गृहस्थ प्रभावाश् चत्वारः पृथगाश्रमः”brahmacārī gṛhasthaś ca vānaprastho yatis tathāete gṛhastha prabhāvāś catvāraḥ pṛthag-āśramaḥ Artinya:“Pelajar, kepala rumah tangga, pertapa di hutan, dan pertapa pengembara—semuanya merupakan empat…

  • Hidup Bagaikan Roda Pedati

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/04/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci disebutkan: sukhasyānantaraṃ duḥkham, duḥkhasyānantaraṃ sukham — setelah kebahagiaan datang penderitaan, dan setelah penderitaan datang kebahagiaan. Ajaran ini menunjukkan bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur kehidupan, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tatkala manusia berbuat baik, ia akan dianugerahi kedudukan yang mulia. Sebaliknya, jika berbuat jahat,…