Kebahagiaan Sāttvika
Mutiara Weda
Yogyakarta, 23/04/2026
Umat sedharma, tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mencapai kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala (lahir) maupun niskala (batin), dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai landasan utama.
Kebahagiaan, jika ditinjau dari sifatnya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk. Kebahagiaan yang timbul dari hubungan antara indria dengan objek duniawi disebut kebahagiaan rājasa. Kebahagiaan yang berujung pada penderitaan dan kesesatan jiwa disebut kebahagiaan tāmasa. Adapun kebahagiaan yang berlandaskan ketulusan, tanpa keterikatan, dengan keteguhan hati, serta senantiasa berada di jalan dharma disebut kebahagiaan sāttvika.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kebahagiaan dalam diri melalui manaḥ śāntiḥ (kedamaian batin) hingga mencapai parama śāntiḥ (kedamaian tertinggi), dengan cara menjaga dan menyucikan pikiran. Dengan demikian, seseorang dapat menjalankan viveka (kebijaksanaan membedakan yang benar dan salah) dengan baik, sehingga terbebas dari berbagai keterikatan dan mencapai kebahagiaan yang sāttvika.
Niscaya, tujuan hidup menjelma sebagai manusia akan terwujud, yaitu catur puruṣārtha (empat tujuan hidup), menuju jagaddhita dan mokṣa.
(Bhagavadgītā XVIII.25–37)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
