Sumber-Sumber Dharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 02/07/2025

Umat Sedharma,
Dalam pustaka suci Weda diuraikan:
“Idānīṁ dharma pramāṇānyāha, vedo ‘khilo dharma-mūlam…” dan seterusnya.
Seluruh pustaka suci Weda adalah sumber utama Dharma, kemudian dilanjutkan dengan adat istiadat, tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijak yang mendalami ajaran Weda, serta tata kehidupan para ṛṣi atau orang-orang suci. Pada akhirnya, hal itu menuju pada kepuasan batin pribadi, yang disebut Ātmanastuṣṭi (kepuasan diri sejati).

Orang yang mengikuti hukum agama berdasarkan sumber-sumber Dharma, sebagaimana diajarkan dalam pustaka suci Weda—yakni:

  1. Śruti (wahyu yang didengar langsung),
  2. Smṛti (ingat atau tradisi tertulis),
  3. Śīla (moralitas),
  4. Śiṣṭācāra (perilaku bijak orang suci), dan
  5. Ātmanastuṣṭi (kepuasan batin)—
    menjadikan semua itu sebagai pijakan dalam beragama, niscaya akan memperoleh kemuliaan serta kebahagiaan yang tidak terbatas.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk mempelajari dan menjalankan sumber-sumber Dharma serta hukum-hukum agama, seperti disebutkan dalam:
“vidvidbhiḥ saṁvittaḥ sadbhiḥ”
yang berarti ajaran tersebut telah ditetapkan oleh para bijak yang suci.

Dengan begitu, umat Sedharma akan tampil sebagai pribadi yang bijak dan terhindar dari rasa benci. Niscaya, dengan demikian umat Hindu akan memiliki dasar keyakinan yang kuat dan kokoh, serta dalam berbuat atau bekerja tidak semata-mata karena mengharapkan hasil atau pahala, melainkan berdasarkan jalan pengabdian—Bhakti Mārga.
(Mānava Dharma Śāstra II.6)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Bhūmiḥ Prakṛti

    Palangka Raya, 12.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Bhūmiḥ Prakṛti, artinya sifat alami tanah. Mari dipahami nilai luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah,…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/04/2026 Umat sedharma, pañca śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut sebagai nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang nāstika adalah mereka yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik, atau disebut niṣkriya (tidak aktif dalam menjalankan…

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/07/2025 Umat Se-dharma, dalam sesanti ada menyebutkan: binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya, begitu pula binatang ular memiliki racun berbisa yang terletak di taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat — seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat…

  • Panditah (BG. II.11)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA)10/07/2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Panditah (BG. II.11) Panditah adalah orang bijaksana. Berbuat bijaksana merupakan perbuatan panditah. Orang bijaksana tidak bergembira terhadap yang hidup dan tidak bersedih terhadap yang mati. Antara sukha dan duhkha, orang bijaksana tetap tampil tenang (prasanta) dan damai (santih). Umat Hindu wajib berkepribadian panditah atau bijaksana dalam melakoni…

  • Putra Sisya Tadana (Slokantara 23)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)25 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Putra Sisya Tadana (Slokantara 23) Putra Sisya Tadana adalah pendidikan bagi anak dan murid agar tumbuh menjadi pribadi yang berkepribadian luhur. Hakikat pendidikan terhadap anak dan murid adalah membentuk generasi yang memiliki karakter mulia, berbudi pekerti luhur, dan berintegritas. Anak dan murid yang berkualitas,…