Filosofi Dīptam

Disajikan topik Dīptam, artinya sinar cahaya yang cemerlang. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā XI-24 yang dikutip sebagai berikut:

“नभःस्पृशं दीप्तमनेकवर्णं व्यात्ताननं दीप्तविशालनेत्रम् ।
दृष्ट्वा हि त्वां प्रव्यथितान्तरात्मा धृतिं न विन्दामि शमं च विष्णो ॥ ११-२४॥

nabhaḥ-spṛśaṁ dīptam aneka-varṇaṁ vyāttānanaṁ dīpta-viśāla-netram,
dṛṣṭvā hi tvāṁ pravyathitāntar-ātmā dhṛtiṁ na vindāmi śamaṁ ca viṣṇo.

Artinya:
“Wahai Viṣṇu, setelah melihat Engkau menyentuh langit dengan berbagai warna cemerlang, mulut menganga, mata besar bersinar, hati kecilku gemetar ketakutan, terasa benar olehku tanpa kekuatan dan tiada lagi ketenangan.”

Adapun makna dīptam bahwa nabhaḥ-spṛśaṁ (menyentuh langit) berada dalam kuasa Sang Hyang Viṣṇu yang bersinar dengan beraneka warna — seperti pelangi, merupakan perpaduan dari Sang Indra sebagai kuasa hujan dan Viṣṇu sebagai kuasa apah (air) yang disinari oleh Surya. Ketika sinar Surya menyentuh langit, muncullah dīptam, yakni cahaya cemerlang; aneka varṇa atau warna-warni yang sangat indah, tampak melingkar, menyerupai vyāttānanaṁ (mulut menganga), serta viśāla-netram (mata besar bersinar seperti naga).

Setelah dṛṣṭvā (melihat) tvāṁ (Engkau), hi (sesungguhnya), muncullah rasa pravyathitān (gemetar), dan hilangnya dhṛtiṁ (keteguhan) serta keberanian yang vindāmi (didapatkan, disadari), juga hilangnya śamaṁ (kedamaian) karena begitu dahsyatnya cahaya dīptam dari Sang Hyang Viṣṇu — penguasa sinar cemerlang.

Intinya, bahwa di angkasa terdapat warna-warni sinar dari kuasa Viṣṇu, Indra sebagai penguasa hujan, dan Surya sebagai penerang angkasa. Semoga angkasa semakin indah dan penuh damai di bawah kuasa pengatur ākāśa dan bumi.

Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

Palangka Raya, 27.6.2025

Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 09/08/2026 Umat Sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan iri hati (mātsarya) merupakan kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang Satyam, Śivam, dan Sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan hati, serta cinta kasih kepada sesama melalui Prema Vahini. Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki terlalu lama bercokol dalam diri. Manakala batin selalu…

  • Konsep Ngayah dalam Beragama Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/06/2026 Umat sedharma, Dalam pustaka suci disebutkan: Kurvann eveha karmāṇi jijīviṣec chataṁ samāḥ … Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk bekerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban sekaligus kebajikan. Berbuatlah semata-mata demi kewajiban, bukan karena selalu memikirkan hasil dari perbuatan itu. Jangan menjadikan pahala sebagai motif utama. Inilah konsep ngayah…

  • Meayah Ayah – Ngayah Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/09/2025 Umat se-dharma, Dalam pustaka suci disebutkan: kurvan eveha karmāṇi jijīviṣet śataṁ samāḥ … dan seterusnya. Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja — bekerja sebagai suatu kewajiban dan kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan semata hasil perbuatan yang selalu terpikirkan. Jangan semata-mata pahala menjadi motifnya. Inilah…

  • Lobha (SS. 400)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Kamis, 13 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Lobha (SS. 400) Lobha adalah sifat tamak dan rakus. Kehidupan yang silih berganti antara suka dan duka (sukha-duḥkha) pada awalnya bersumber dari kebodohan (ajñāna). Kebodohan tersebut dapat berkembang menjadi lobha, yaitu sifat tamak dan rakus, yang pada akhirnya menjadi salah satu sumber kesengsaraan dalam…

  • Filosofi Punya

    Palangka Raya, 27.10.2025 Diuraikan topik filosofi Punya, artinya baik, mulia, suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.28 yang dikutip sebagai berikut: “सर्वभूतानि सम्मोहं सर्गे यान्ति परन्तप ॥ ७-२७॥येषां त्वन्तगतं पापं जनानां पुण्यकर्मणाम् ।yeṣāṁ tu anta-gataṁ pāpaṁ janānāṁ puṇya-karmaṇām,te dvandva-moha-nirmuktā bhajante mām dṛḍha-vratāḥ.”Artinya:Tetapi mereka yang berperilaku baik, yang tak mempunyai dosa lagi,…

  • Belajar Mengenali Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, Bunga Seroja demikian harum dan indah, namun memiliki kelemahan pada tangkainya yang berbulu dan dapat menimbulkan rasa gatal. Demikian pula Gunung Himalaya yang menjulang tinggi dan sangat mempesona, ternyata memiliki kelemahan karena sering tertutup salju. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia di dunia ini penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Tidak…