Kebenaran – Kesadaran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 15/07/2025

Umat sedharma, dalam susastra ada mengungkapkan: Agham astu aghakrte, sapathah sapathiytate; setiap umat Hindu memiliki keyakinan akan kebenaran hukum Karma bahwa semua orang yang berdosa menderita karena dosanya sendiri, demikian juga mereka yang terkutuk menderita akibat dari kutukannya sendiri.

Setiap perbuatan akan selalu mendatangkan hasil atau pahala, baik ataupun pahala buruk yang dapat dinikmati selama hidup, sesudah mati, bahkan ketika menjelma kembali Samsara Punarbhawa.

Oleh karena itu, setiap umat Hindu untuk selalu memegang teguh ajaran Dharma dengan baik, mengingat Dharma merupakan kebenaran hakiki menuju ketentraman batin yang dapat dijadikan jalan menuju kesadaran-kebenaran Samyagjnana. Niscaya, umat Hindu akan mencapai kebahagiaan Byaktaning Sukha Ngaranya, baik sekala maupun niskala nantinya.
(Atharva Veda X.1.5)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Punarjanma (BG IV.9)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)2 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Punarjanma (BG IV.9) Punarjanma adalah kelahiran kembali. Punarjanma atau Punarbhawa merupakan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dalam kehidupan. Selama hidup di dunia ini, tabunglah sebanyak mungkin kebajikan, kebenaran, dan kemuliaan. Himpunlah Subhakarma sebagai bekal menuju Śivaloka dan Divyamloka, alam kedewataan. Tujuan tertinggi kehidupan adalah mencapai…

  • Pendidikan Anak Siswa Gunamantha

    Palangka Raya, 24.11.2024 Dalam pendidikan terhadap anak siswa, penting ditanamkan nilai luhur tentang pribadi yang bijaksana. Upaya pendidikan anak siswa Gunamantha terus dilakukan dalam komponen jenjang pendidikan. Disadari bahwa pendidikan anak siswa Gunamantha adalah pendidikan yang bertujuan menjadikan anak siswa bijaksana. Dalam referensi Itihasa, terutama pada Kakawin Ramayana, terdapat Wirama Sronco, yang dikutip berikut ini:“Gunamantha…

  • Hidup dalam Rwa Bhineda

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/01/2025 Umat Se-dharma, jika direnungkan, nasib atau takdir yang dialami oleh setiap umat manusia merupakan pertanda bahwa ada kekuatan lebih tinggi yang mengatur segalanya, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam menjalani kehidupan, suka dan duka sebagai bagian dari Rwa Bhineda akan selalu berdampingan dan datang silih berganti. Kedukaan datang setelah kesukaan, dan…

  • Jalan Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/11/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: Svasti panthām anu careṇaṁ… dan seterusnya. Mengikuti jalan Dharma—jalan yang benar, jalan kebajikan—serta selalu mendekatkan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan kewajiban setiap umat Hindu dalam melangsungkan kehidupan guna memperoleh tuntunan dan kemuliaan hidup. Orang yang memiliki keyakinan dalam menjalankan kebenaran dan…

  • Filosofi Svadhà

    Disajikan sebuah ajaran luhur tentang Filosofi Svadhà, artinya persembahan terhadap leluhur. Mari dipahami ajaran ketuhanan yang terkait dengan Atma Sudha Dewata atau Leluhur yang menyatu dengan Brahmanpada pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX.16 yang dikutip berikut ini: अहं क्रतुरहं यज्ञः स्वधाहमहमौषधम् ।मन्त्रोऽहमहमेवाज्यमहमग्निरहं हुतम् ॥ ९-१६॥ahaṁ kratur ahaṁ yajñaḥ svadhāham ahaṁ auṣadham,mantro ‘ham aham evājyam aham…

  • Bangun Pura di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/05/2025 Umat se-Dharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kedyatmikan spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa dan memperkokoh Budhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri…