Sāttvika Yajña
Mutiara Weda
Yogyakarta, 17/02/2026
Umat Se-dharma, melaksanakan Pañca Mahā Yajña (lima korban suci besar) merupakan kewajiban suci dari petunjuk pustaka suci Weda Saṃhitā sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya, karena alam dan manusia diciptakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña.
Ada lima unsur penting dalam meyajña (melaksanakan yajña):
- Mantra: doa-doa yang harus diucapkan oleh umat maupun pinandita sesuai dengan tingkatannya.
- Yantra: simbol-simbol keagamaan yang diyakini mempunyai kekuatan spiritual untuk meningkatkan kesucian.
- Tantra: kekuatan suci yang ada dalam diri dibangkitkan dengan cara yang ditetapkan dalam kitab suci Weda.
- Yajña: pengorbanan dan pengabdian yang tulus atas dasar kesadaran dalam persembahan sesuai dengan kemampuan.
- Yoga: mengendalikan gelombang pikiran dalam alam pikiran untuk berhubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu mantapkan śraddhā dan bhakti dengan berkeyakinan bahwa demi kepentingan hidup, kesempurnaan, dan kebahagiaan, umat Hindu melaksanakan Pañca Mahā Yajña yang sāttvika dengan landasan Tri Pramāṇa (tiga sumber kebenaran): śāstrataḥ (berdasarkan sastra), gurutāḥ (berdasarkan ajaran guru), dan svataḥ (berdasarkan keyakinan diri), dengan tetap memperhatikan Catur Dṛṣṭa: Kuna Dṛṣṭa (pandangan tradisi), Śāstra Dṛṣṭa (pandangan kitab suci), Loka Dṛṣṭa (pandangan masyarakat), dan Deśa Dṛṣṭa (pandangan tempat/wilayah). Niscaya, akan terwujud tujuan hidup umat manusia yaitu kebahagiaan sekala (nyata) dan niskala (rohani), Jagadhita (kesejahteraan dunia) lan Kamokṣan (pembebasan rohani) nantinya.
(Agastya Parwa & Bhagavadgītā III.10)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
