Skip to content
GITA SANTIH NUSANTARA

GITA SANTIH NUSANTARA

membangun generasi toleran dan berbudaya untuk mewujudkan perdamaian dunia

  • ProfilExpand
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Koordinator Daerah
  • BERITA
  • Pengumuman
  • Event
  • Gallery
  • GSN TV
  • GSN Festival (English)
  • Pojok Hindu
  • Hubungi Kami
GITA SANTIH NUSANTARA
GITA SANTIH NUSANTARA
membangun generasi toleran dan berbudaya untuk mewujudkan perdamaian dunia
  • Ketua Umum GSN Pimpin Prosesi Pasupati bagi PM India Narendra Modi di Candi Prambanan
    BERITA

    Ketua Umum GSN Pimpin Prosesi Pasupati bagi PM India Narendra Modi di Candi Prambanan

    ByAyu Kinasih Anggarini 11 July, 202611 July, 2026

    English version here Kunjungan Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi, ke Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026) diwarnai dengan prosesi Pasupati yang berlangsung secara khidmat. Upacara suci tersebut dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Dalem Acarya Maha Kerti Wira Jagad Manik (Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR) selaku Pandita Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Ketua Umum Gita Santih…

    Read More Ketua Umum GSN Pimpin Prosesi Pasupati bagi PM India Narendra Modi di Candi PrambananContinue

  • Yajñākṣapitakalmaṣāḥ (BG. IV.40)
    Pojok Hindu

    Yajñākṣapitakalmaṣāḥ (BG. IV.40)

    ByI Ketut Subagiasta 23 August, 2026

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)23 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Yajñākṣapitakalmaṣāḥ artinya yajña yang melebur dosa-dosa. Ada aneka jenis yajña atau yajñavidah. Ada daun (patram), bunga (puṣpam), buah (phalam), air (toyam/tīrtha), api (agni), dan mantra (mantram). Semua jenis sarana yajña (yajñavidah) merupakan bentuk persembahan yang berfungsi untuk melebur dosa-dosa umat Hindu. Mari kita maknai filosofi…

    Read More Yajñākṣapitakalmaṣāḥ (BG. IV.40)Continue

  • Ngajegang Dharma
    Pojok Hindu

    Ngajegang Dharma

    ByMade Worda Negara 23 August, 202623 August, 2026

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, emas walaupun dipanaskan dan ditempa berkali-kali akan tetap memancarkan cahaya dan sinarnya. Demikian pula kayu cendana, walaupun digosok berulang-ulang, akan tetap mengeluarkan bau wangi dan harum. Begitu pula halnya dengan nilai-nilai kebajikan dan kebenaran yang tidak akan pernah luntur serta tidak akan berubah sepanjang zaman. Perlu disadari bahwa…

    Read More Ngajegang DharmaContinue

  • Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana (Slokantara, 73)
    Pojok Hindu

    Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana (Slokantara, 73)

    ByI Ketut Subagiasta 22 August, 202623 August, 2026

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)22 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana artinya perbuatan jahat atau penjahat. Dalam kehidupan terdapat dualisme perbuatan, yaitu perbuatan baik (sukerta, subhakarma) dan perbuatan tidak baik (duskerta, asubhakarma). Perbuatan jahat atau perilaku penjahat memiliki berbagai bentuk, antara lain: Tanda-tanda penjahat secara umum, antara lain bermuka manis, berbicara simpatik, penjilat, suka memfitnah,…

    Read More Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana (Slokantara, 73)Continue

  • Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya Suci
    Pojok Hindu

    Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya Suci

    ByMade Worda Negara 22 August, 202623 August, 2026

    Mutiara WedaYogyakarta, 22 Agustus 2026 Umat se-Dharma, ketika seseorang selalu menabur kebencian, suatu pertanda bahwa di dalam dirinya hanya ada kebencian. Akan tetapi, orang yang memiliki kebajikan/Dharma dapat dipastikan akan memancarkan ajaran kebenaran/Dharma Vahini dalam kehidupannya. Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang dapat menemukan kesejukan, kedamaian, dan keharmonisan di luar dirinya. Sulit membayangkan…

    Read More Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya SuciContinue

  • Belajar Mengenali Diri
    Pojok Hindu

    Belajar Mengenali Diri

    ByMade Worda Negara 21 August, 202621 August, 2026

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, Bunga Seroja demikian harum dan indah, namun memiliki kelemahan pada tangkainya yang berbulu dan dapat menimbulkan rasa gatal. Demikian pula Gunung Himalaya yang menjulang tinggi dan sangat mempesona, ternyata memiliki kelemahan karena sering tertutup salju. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia di dunia ini penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Tidak…

    Read More Belajar Mengenali DiriContinue

  • Upalaksana (SS. 140)
    Pojok Hindu

    Upalaksana (SS. 140)

    ByI Ketut Subagiasta 21 August, 2026

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)21 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Upalaksana (SS. 140) Upalaksana berarti perbuatan jahat yang dapat menjadi sumber bencana besar. Bencana dapat terjadi akibat ulah jahat manusia itu sendiri. Ibarat seekor kijang yang melahirkan satu anak dan merawatnya dengan baik, sedangkan seekor serigala yang melahirkan enam sampai tujuh anak justru memakan anak-anaknya…

    Read More Upalaksana (SS. 140)Continue

  • Kuatkan Kepekaan Rohani
    Pojok Hindu

    Kuatkan Kepekaan Rohani

    ByMade Worda Negara 20 August, 202621 August, 2026

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/08/2026 Umat Sedharma, perlu disadari bahwa terlahir dan menjelma sebagai manusia di mayapada ini dibekali dengan berbagai keterikatan terhadap hal-hal yang bersifat keduniawian, seperti kelahiran (janma), kematian (mṛtyu), usia tua (jarā), penyakit (vyādhi), penderitaan (duḥkha), dan kesalahan atau dosa. Dalam alam saṁsāra, berbagai keterikatan tersebut dapat membelenggu jiwa umat manusia apabila tidak dipahami,…

    Read More Kuatkan Kepekaan RohaniContinue

  • Jñānādīpite (BG IV.27)
    Pojok Hindu

    Jñānādīpite (BG IV.27)

    ByI Ketut Subagiasta 20 August, 202621 August, 2026

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)20 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Jñānādīpite berarti dalam api Yajña. Ber-Yajña pada dasarnya adalah suci. Ber-Yajña bukan berarti jor-joran atau berlomba-lomba dalam kemewahan. Dalam pelaksanaannya, Yajña memiliki tingkatan kaniṣṭha, madhyama, dan uttama. Apa pun yang dipersembahkan dalam Yajña hendaknya dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan. Pelaksanaan Yajña juga membutuhkan pengendalian…

    Read More Jñānādīpite (BG IV.27)Continue

  • Kesadaran Pikiran
    Pojok Hindu

    Kesadaran Pikiran

    ByMade Worda Negara 19 August, 202621 August, 2026

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya Karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika seseorang akan bertutur kata dan bertindak, sehingga dapat menghasilkan Karma yang baik atau Subha Karma. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali serta berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga akan…

    Read More Kesadaran PikiranContinue

Page navigation

1 2 3 … 57 Next PageNext
  • BERITA
  • Event
  • Hari Raya
  • Pengumuman
  • Pojok Hindu
    • Gita Santih Nusantara
    • Facebook
    • International Peace Festival

      © 2026 GITA SANTIH NUSANTARA

      • Profil
        • Sejarah
        • Visi dan Misi
        • Struktur Organisasi
        • Koordinator Daerah
      • BERITA
      • Pengumuman
      • Event
      • Gallery
      • GSN TV
      • GSN Festival (English)
      • Pojok Hindu
      • Hubungi Kami