Rahasyajñāna
Mutiara Weda
Yogyakarta, 6 Juni 2026
Umat sedharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut sebagai kitab rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan pemahaman terhadap isi kandungan pustaka suci Weda, Mahāṛṣi Vālmīki melalui karya sastra Rāmāyaṇa serta Mahāṛṣi Vyāsa melalui epos besar Itihāsa, menghimpun ajaran-ajaran yang membantu umat memahami kandungan pustaka suci Weda, yang sekaligus menjadi sumber sejarah.
Itihāsa Rāmāyaṇa maupun Mahābhārata bukanlah cerita dongeng atau kisah fiktif, melainkan peristiwa yang diyakini benar-benar terjadi, yang dikenal dengan istilah Ākhyāyikopalabdhārtha. Pada mulanya, cerita atau peristiwa sejarah tersebut disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi secara turun-temurun. Setelah manusia mengenal tulisan dan huruf, kisah-kisah tersebut kemudian dituliskan kembali. Dalam kitab Amarakośa, pujangga besar Amarasiṃha menyebutkan bahwa nama lain dari Itihāsa adalah Ākhyāyikā.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, kita berkewajiban untuk memahami isi pustaka suci Weda secara utuh, bertahap, berjenjang, dan komprehensif. Mengingat isi pustaka suci Weda bersifat rahasia, yaitu rahasyajñāna atau ādhyātmika, maka diperlukan bimbingan seorang guru rohani dalam mempelajarinya. Niscaya, śraddhā dan bhakti umat sedharma akan semakin kuat dan kokoh.
(Weda Sabda Suci, hal. 6)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
