Tri Pramana: Bekal Manusia Hidup

Mutiara Weda

Umat Se-Dharma,
Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia di maya pada (alam dunia) ini adalah untuk menjalankan proses samsara. Hidup sebagai manusia sesungguhnya mengandung penderitaan, yang disebabkan oleh karma wasana (dosa dari perbuatan masa lampau).

Namun demikian, menjelma menjadi manusia adalah sebuah anugerah mulia, utama, dan sempurna, karena manusia dibekali dengan Tri Pramana, yaitu:

  1. Sabda: kemampuan untuk berbicara dan bertutur kata.
  2. Bayu: kemampuan untuk bertindak, berbuat, dan bergerak.
  3. Idep: kemampuan untuk berpikir dan mengolah prana, sehingga manusia mampu menjalankan wiweka (kebijaksanaan) dengan Dharma sebagai penuntunnya.

Manakala manusia hidup miskin akan nilai-nilai kebenaran (Satyam) dan kebajikan (Dharma), maka hidup itu tak ubahnya seperti mati tanpa guna. Hidup yang tanpa guna adalah hidup yang tanpa nilai kebajikan—ibarat padi tanpa isi, atau upacara keagamaan tanpa doa pujaan.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, pergunakanlah kesempatan hidup sebagai manusia ini dengan baik dan benar, untuk senantiasa berbuat kebajikan (Subha Karma) sesuai dengan Swadharma masing-masing. Jauhilah perbuatan buruk atau Asubha Karma, agar kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, berguna bagi keluarga dan masyarakat, serta mampu mengarahkan hidup menuju tujuan utama, yaitu Catur Purusha Artha.

(Manawa Dharmasastra 138 / Sarasamuscaya 280)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

    Umat Se-Dharma, dalam pustaka suci ada mengungkapkan: tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan, begitu juga tidak ada musuh sejahat kemarahan (Krodha), pun tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan. Demikian pula halnya, tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (Tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan di zaman ini,…

  • Patra (SS. 271)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Jumat, 14 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Patra (SS. 271) Patra adalah orang yang layak diberikan sedekah. Dana merupakan pemberian berupa benda, uang, makanan, pakaian, dan sejenisnya sebagai bentuk kepedulian serta berbagi kepemilikan. Dana diberikan untuk dinikmati dan didayagunakan bagi kehidupan yang lebih baik. Dānakena atau dānapuṇya dapat diberikan kepada orang…

  • Arjavam (BG XVI.1)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)31 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Arjavam (BG XVI.1) Arjavam berarti jujur, kejujuran, dan integritas. Setiap perbuatan manusia hendaknya dilandasi kejujuran. Kejujuran dalam berpikir, kejujuran dalam berkata, dan kejujuran dalam bertindak merupakan fondasi kehidupan yang harmonis. Harmoni kehidupan dibangun di atas kejujuran untuk mewujudkan kehidupan yang subur, makmur, dan sejahtera….

  • Nava Āhāraḥ

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)3.10.2026Oleh I Ketut Subagiasta Nava Āhāraḥ artinya sembilan jenis makanan. Ada jenis makanan yang memenuhi kelayakan (Sāttvika) untuk dikonsumsi, antara lain: Usahakanlah mengonsumsi makanan yang layak dan baik bagi tubuh sesuai dengan filosofi Nava Āhāraḥ. Dengan makanan yang baik dan sehat, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan panjang umur. Svāhā. Svasti….

  • Dharmaning Hidup

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/06/2025 Umat Se-Dharma, Umat Hindu dalam menjalankan Dharmaning Hidup memiliki kewajiban suci yang disebut Dharmaning Agama, yaitu berkewajiban untuk mempelajari, memahami, mengamalkan, dan mengamankan pustaka suci Weda serta memancarkannya melalui Dharma Vāhinī. Setiap umat Hindu berkewajiban untuk mempelajari dan memahami berbagai ilmu pengetahuan suci Andrayuga atau Vruh ring Sarva Jñāna, sehingga dapat menjalankan…

  • Pentingnya Menjaga Keseimbangan dalam Diri

    Umat Se-Dharma, Tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sejatinya adalah untuk memperoleh rasa cinta kasih sayang dari-Nya, yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari Bhumi—menerangi seluruh alam semesta beserta isinya. Namun, ada pula yang merasa tidak pernah menerima…