Merawat Anugerah

Mutiara Weda
Yogyakarta, 23/02/2026

Umat se-dharma, memperkokoh keyakinan dalam beragama śraddhā dan bhakti dengan selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu.

Kebenaran dan kebajikan dijaga dengan perilaku yang baik. Begitu pula sastra-sastra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Demikian juga halnya dalam kelahiran menjelma menjadi manusia di māyāpada (dunia fana) ini, dijaga dengan tutur agama, budi pekerti, dan etika yang baik.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan pernah mengabaikan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menjaga dan merawatnya dengan selalu mengucapkan rasa syukur atau rasa angayubāgya (merasa berbahagia dan bersyukur). Niscaya, akan dapat terbangun rasa damai dan kemantapan hati, ātmanastuti (pujian kepada Ātman), serta kuatnya śraddhā dan bhakti beragama dalam diri.
(Svasti Rāṇa)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN)
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/10/2025 Umat sedharma,dalam śāstra diungkapkan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Kesadaran serta kemampuan untuk mengendalikan dan mengekang seluruh indriya akan dapat menghadirkan pengetahuan rohani. Membangun sifat-sifat kedewataan dengan menghapus niat buruk atau niat jahat menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, membangun kekuatan kedewataan dengan menyelaraskan dan menyerasikan antara kepala dan…

  • Tumbuhkan Rasa Damai di dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa tatkala seseorang memiliki rasa benci kepada orang lain, hal itu sama nilainya dengan meminum racun. Kebencian akan membuat hidup terbebani secara terus-menerus selama belum mampu memaafkan, bahkan akan terus menempati ruang di hati secara cuma-cuma sehingga mengganggu proses berpikir, bertindak, dan menyebabkan seseorang tidak mampu mengeluarkan…

  • Berbuat dengan Ketanpaakuan

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang & tulus ibaratkan air yang masuk ke dalam samudra, walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergerak. Demikian juga halnya dengan orang yang berjiwa…

  • Siklus Kehidupan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 08/05/2025 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur kehidupan: Utpeti, Sthiti, dan Pralina (kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian/kembali ke asal) sebagai tiga kemahakuasaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tri Kona. Setiap manusia hidup ke dunia ini memiliki tenaga/kekuatan yang disebut Udana…

  • Sradha Landasan Menuju Sanatana Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 26/07/2025 Umat Se-dharma, kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau Hukum Ṛta, ataupun…

  • Sang Yatha Sakti Kayika Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/09/2025 Umat se-dharma, ajaran agama Hindu memiliki konsep jenjang kehidupan yang sangat jelas dan tersusun secara sistematis yang dikenal dengan nama Catur Āśrama, yaitu empat tahapan hidup yang wajib dilalui oleh setiap umat manusia (Brahmacārī, Gṛhastha, Wānaprastha, dan Bhikṣuka). Pada tahapan kedua, Gṛhastha Āśrama, merupakan tahapan sebagai ujian yang sebenarnya, di mana seseorang…