ETHIKA Menjaga Umat Manusia
Umat se-Dharma, memperkokoh keyakinan dalam beragama, Sradha & Bhakti, dengan selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu.
Umat se-Dharma, memperkokoh keyakinan dalam beragama, Sradha & Bhakti, dengan selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu.
Sesungguhnya, tidak mementingkan diri sendiri itulah Dharma yang utama. Sifat tangguh, jujur, dan ulet serta tahan uji merupakan kesaktian umat manusia yang mahadahsyat. Begitu pula, kepandaian dan kemampuan mengendalikan diri merupakan hakikat dari ajaran Brata dan menjadi janji atas diri.
Hakikat Meyadnya sesungguhnya mengajarkan umat Hindu agar tidak hanya berpikir tentang apa yang dapat diterima, tetapi juga menyadari apa yang dapat dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Wisesa, kepada sesama, kepada leluhur, para guru, dan alam semesta.
Umat se-Dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa di zaman Kaliyuga ini, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan ada di dalam diri sendiri akibat ketidakmampuan menyinergikan unsur Tri Guna, yaitu Sattvam, Rajas, dan Tamas, dalam diri.
Umat se-Dharma, kesabaran merupakan kekayaan yang paling mulia dan tak ternilai harganya. Ibarat emas dan permata, kesabaran memiliki kemuliaan yang tiada ternilai dan mampu menjadi kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu.
Sesungguhnya, hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban dan kebajikan.
Mutiara WedaYogyakarta, 24 Agustus 2026 Umat se-Dharma, jika dipahami dengan baik, belajar agama dan ajaran kedyatmikan/spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh Budhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian/spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan…
Mutiara WedaYogyakarta, 23/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, emas walaupun dipanaskan dan ditempa berkali-kali akan tetap memancarkan cahaya dan sinarnya. Demikian pula kayu cendana, walaupun digosok berulang-ulang, akan tetap mengeluarkan bau wangi dan harum. Begitu pula halnya dengan nilai-nilai kebajikan dan kebenaran yang tidak akan pernah luntur serta tidak akan berubah sepanjang zaman. Perlu disadari bahwa…
Mutiara WedaYogyakarta, 22 Agustus 2026 Umat se-Dharma, ketika seseorang selalu menabur kebencian, suatu pertanda bahwa di dalam dirinya hanya ada kebencian. Akan tetapi, orang yang memiliki kebajikan/Dharma dapat dipastikan akan memancarkan ajaran kebenaran/Dharma Vahini dalam kehidupannya. Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang dapat menemukan kesejukan, kedamaian, dan keharmonisan di luar dirinya. Sulit membayangkan…
Mutiara WedaYogyakarta, 21/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, Bunga Seroja demikian harum dan indah, namun memiliki kelemahan pada tangkainya yang berbulu dan dapat menimbulkan rasa gatal. Demikian pula Gunung Himalaya yang menjulang tinggi dan sangat mempesona, ternyata memiliki kelemahan karena sering tertutup salju. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia di dunia ini penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Tidak…