Hindu Agama Wahyu

Mutiara Weda

Yogyakarta, 16/10/2026

Umat se-Dharma, agama Hindu dengan Pustaka Suci Weda yang menjadi pegangan dan pedoman hidup bagi umat Hindu, bukanlah buatan manusia (Apauruseya), melainkan sabda suci Tuhan atau wahyu langsung dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang diterima dan dihimpun oleh para Maha Rsi karena kemekaran dan kematangan intuisinya (Aparoksa-Anubhuti).

Kitab Suci Weda memiliki beberapa karakteristik atau sifat-sifat:

Bersifat Universal: merupakan santapan rohani dan menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan hidup bagi setiap umat manusia.

Sanatana Dharma & Vaidika Dharma: bersifat kekal abadi serta bersumber dari Kitab Suci Weda Samhita.

Fleksibel: berlaku sepanjang zaman, baik zaman Satya/Kerta Yuga, Treta Yuga, Dwapara Yuga, maupun zaman Kali Yuga.

Anadi Ananta: Kitab Suci Weda bersifat tidak berawal dan pula tidak berakhir serta dipelajari sepanjang zaman.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu, sudah menjadi kewajiban untuk belajar Kitab Suci Weda secara baik dan benar sesuai dengan sumber-sumber Dharma, yaitu kitab Sruti, Smerti, Sila, Acara/Sistacara, dan Atmanastuti, dengan cara bertahap, berjenjang, dan berkelanjutan. Niscaya akan mampu memperkokoh ajaran Dharma dalam diri setiap umat Hindu.

(Kitab Suci Weda Sabda Suci)

Mangku Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Asta Prakrti

    Disajikan topik filosofi Asta Prakrti artinya delapan sifat alami. Mari dimaknai delapan sifat alami pada pustaka suci Bhagavad Gītā VII-4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव चbhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā.“ Artinya:Tanah, air, api, udara, ether, pikiran,…

  • Filosofi Naksatranam

    Disajikan topik Naksatranam artinya bintang-bintang. Mari maknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā X-21 yang dikutip sebagai berikut: “आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi.” Artinya:“Dari para āditya, Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang bersinar Aku adalah Matahari; dari para Marut Aku…

  • Catur Weda Sebagai Weda Inti

    Umat Se-Dharma,Dalam pustaka suci ada menyebutkan:“Šrutistu vedo vijñeyo dharmaṡāstram tu vai smṛtiáte sarvātheṣva mimāmsye tābhyāṁ dharmohi nirbabhau” Artinya:Yang dimaksud dengan Sruti adalah Veda, dan dengan Smrti adalah Dharmasastram. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya adalah sumber Dharma. Hindu yang membumi dengan kebinekaan bukan berarti memiliki kitab suci yang berbeda-beda atau…

  • Berbuat dengan Ketanpaakuan

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/03/2026 Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan bahwa orang yang berkeinginan untuk berbuat tanpa keakuan (ahaṃkāra) akan memperoleh kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus diibaratkan seperti air yang mengalir ke dalam samudra. Walaupun terus-menerus mengalir, samudra tetap tenang dan tidak meluap. Demikian pula orang yang berjiwa sabar dan…

  • Filosofi Grhastha

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian dengan topik Grhastha, artinya kepala rumah tangga. Mari dipahami dengan bijaksana ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA VI-89, yang dikutip sebagai berikut: “सर्वेषाम् अपि चैतेषाम् वेद स्मृति विधानतःगृहस्थ उच्यते श्रेष्ठः स त्रीनेतान् बिभर्ति हि”sarveṣām api caiteṣām veda smṛti vidhānataḥgṛhastha ucyate śreṣṭhaḥ sa trīnetān bibharti hi Artinya:Dan sesuai dengan…

  • Yajña Tiang Penyangga Pura

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra tersurat: yasyāṃ sadoha vṛdhane yūpo yasyāṃ nimīyate… yang mengandung makna bahwa di tempat suci (pura) tempat dipancangkannya yūpa (tiang upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin. Melaksanakan yajña suci, khususnya pañca mahā yajña, merupakan sarana bagi umat Hindu…