Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya Suci

Mutiara Weda
Yogyakarta, 09/12/2025

Umat sedharma, ketika seseorang selalu menabur kebencian, hal itu merupakan pertanda bahwa di dalam dirinya hanya tersimpan kebencian. Sebaliknya, orang yang memiliki kebajikan (dharma) dapat dipastikan akan memancarkan ajaran kebenaran—dharma-vāhinī—dalam seluruh perjalanan hidupnya.

Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang mampu menemukan kesejukan, kedamaian, dan keharmonisan di luar dirinya. Sulit membayangkan seseorang dapat hidup menyejukkan, menenteramkan, dan damai apabila di dalam hatinya selalu bergejolak rasa iri hati, kebencian, dan dendam.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita tidak pernah berhenti menabur kebajikan sebagai bentuk yadnya suci. Bangunlah kesejukan dan kedamaian di dalam hati dengan senantiasa mengendalikan indria. Niscaya, kehidupan yang śāntiḥ, manaḥ śāntiḥ, dan parama śāntiḥ dapat terwujud.
(Kitab Rāmāyaṇa dan Pañca Śikṣaṇa Angaji)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Brahman Ātman Aikyam

    Mutiara WedaYogyakarta, 07/04/2026 Umat sedharma, mereka yang bahagia sesungguhnya adalah mereka yang percaya pada dirinya sendiri. Demikian pula, dalam mencapai kebebasan, diperlukan landasan ketulusan dan keluhuran buddhi. Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan bersemayam di dalam lubuk hati yang paling dalam, yaitu padma hṛdaya, apabila dilandasi oleh keluhuran buddhi serta hati yang tenang, damai, dan…

  • Filosofi Grhasthe Saṁsthitim

    Disajikan sebuah topik Grhasthe Saṁsthitim, artinya semua tahapan kehidupan mendapat perlindungan pada tahap berumah tangga. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra – Sloka VI.90 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथा नदीनदाः सर्वे सागरे यान्ति संस्थितिम्तथैवाश्रमिणः सर्वे गृहस्थे यान्ति संस्थितिम्yathā nadīnadāḥ sarve sāgare yānti saṁsthitimtathaivāśramiṇaḥ sarve gṛhasthe yānti saṁsthitim“ Artinya:Sebagaimana semua sungai, baik…

  • Hidup Ibarat Roda Pedati

    Mutiara WedaYogyakarta, 10 Juni 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci disebutkan: “… sukhasyānantaraṃ duḥkhaṃ, duḥkhasyānantaraṃ sukham …” dan seterusnya. Takdir atau nasib sesungguhnya menunjukkan kepada umat manusia bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur semuanya, yaitu Hyang Widhi Wasa. Tatkala manusia berbuat baik, tentu akan dianugerahi kedudukan yang mulia. Sebaliknya, apabila berbuat jahat, Tuhan…

  • Pentingnya Menjaga Kesucian Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 9 Juli 2026 Umat Se-Dharma, kesucian batin akan dapat terwujud apabila kita memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Selanjutnya, dengan keyakinan spiritual, kita akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu Ṛta…

  • Martyasya Rakṣa (Yajurveda III.30)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) 25 Juni 2026 Oleh I Ketut Subagiasta Martyasya Rakṣa (Yajurveda III.30) Martyasya Rakṣa berarti “selamatkanlah semuanya”. Tekunlah melestarikan lagu-lagu suci keagamaan dan rajin melaksanakan yajña. Hindarkan sikap ego atau ahaṅkāra (keangkuhan diri), serta jauhilah sikap kekerasan dalam hidup atau hiṁsā karma (perbuatan menyakiti). Bagikan ke:

  • Filosofi Panca Suna Grhasthasya

    Palangka Raya, 13.7.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah ajaran luhur dengan topik utama Panca Suna Grhasthasya, artinya seorang kepala rumah tangga memiliki lima macam penyembelihan, sesuai ajaran luhung pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA III-68, yang dikutip sebagai berikut: “पञ्च सूना गृहस्थस्य चुल्ली पेषण्यु पस्करःकण्डनी चोदकुम्भश्च बध्यते यास्तु वाहयन्”pañca sūnā gṛhasthasya cullī peṣaṇyu paskaraḥkaṇḍanī codakumbhaśca badhyate…