Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya Suci
Mutiara Weda
Yogyakarta, 09/12/2025
Umat sedharma, ketika seseorang selalu menabur kebencian, hal itu merupakan pertanda bahwa di dalam dirinya hanya tersimpan kebencian. Sebaliknya, orang yang memiliki kebajikan (dharma) dapat dipastikan akan memancarkan ajaran kebenaran—dharma-vāhinī—dalam seluruh perjalanan hidupnya.
Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang mampu menemukan kesejukan, kedamaian, dan keharmonisan di luar dirinya. Sulit membayangkan seseorang dapat hidup menyejukkan, menenteramkan, dan damai apabila di dalam hatinya selalu bergejolak rasa iri hati, kebencian, dan dendam.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita tidak pernah berhenti menabur kebajikan sebagai bentuk yadnya suci. Bangunlah kesejukan dan kedamaian di dalam hati dengan senantiasa mengendalikan indria. Niscaya, kehidupan yang śāntiḥ, manaḥ śāntiḥ, dan parama śāntiḥ dapat terwujud.
(Kitab Rāmāyaṇa dan Pañca Śikṣaṇa Angaji)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
