Pustaka Suci Weda, Bingkai dalam Kebhinekaan Hindu
Mutiara Weda
Yogyakarta, 11/05/2026
Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā disebutkan:
“Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstraṁ tu vai smṛtiḥ,
te sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ dharmo hi nirbabhau.”
Artinya:
Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda, sedangkan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma.
Hindu yang membumi dalam kebhinekaan bukan berarti memiliki kitab suci yang berbeda-beda, ataupun perbedaan tanpa dasar dan tanpa batas. Kebhinekaan dalam Hindu tetap bersumber pada Dharma melalui śiṣṭācāra maupun ātmanastuṣṭi, dengan pustaka suci Weda sebagai bingkainya, baik Weda Śruti maupun Weda Smṛti, yang diyakini sebagai suatu kebenaran mutlak. Demikian pula, dasar keyakinannya adalah Pañca Śraddhā dan pokok-pokok ajarannya berupa Tri Kerangka Dasar Agama Hindu sebagai pedoman hidup.
Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk memantapkan kualitas śraddhā melalui pemahaman yang benar terhadap pokok-pokok ajaran agama dengan berlandaskan falsafah Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun berbeda suku, budaya, desa, kāla, patra, śiṣṭācāra, maupun ātmanastuṣṭi sebagai sumber pengamalannya, semuanya tetap berlandaskan pustaka suci Weda sebagai nilai dasarnya. Niscaya, akan terbangun umat Hindu yang damai, rukun, dan harmonis. (MDS II.10)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
