Pentingnya Menjaga Keseimbangan dalam Diri

Mutiara Weda

Yogyakarta, 12/05/2026

Umat se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk memperoleh rasa cinta kasih dari-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya.

Pancaran kasih sayang Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menerangi bhūmi beserta seluruh alam semesta dan isinya. Namun, mereka yang merasa tidak pernah menerima pancaran kasih sayang-Nya sesungguhnya disebabkan oleh tidak terkendalinya pengaruh indria serta gelapnya pikiran akibat Sapta Timira, sehingga hati dan pikiran menjadi tertutup dan sulit menerima sentuhan sinar suci-Nya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk mengendalikan indria dan menjauhkan diri dari kegelapan pikiran dengan cara menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Jangan terlalu larut dalam kesedihan ketika menghadapi cobaan ataupun penderitaan hidup, melainkan tetap menjalani sikap tulya nindā stuti (seimbang dalam pujian maupun celaan). Niscaya, umat akan memperoleh sentuhan sinar suci-Nya dan terhindar dari kegelapan pikiran. (Swastika Rana, hal. 273)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sāttvika Yajña

    Mutiara Weda Yogyakarta, 19/10/2025 Umat se-dharma, melaksanakan Pañca Mahā Yajña merupakan kewajiban suci berdasarkan petunjuk pustaka suci Veda Saṃhitā sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya. Alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Ada lima unsur penting dalam meyajña, yaitu: 1. Mantra — doa-doa suci yang harus diucapkan oleh umat…

  • Pentingnya Membangun Soliditas

    Mutiara Weda16/02/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṃhitā ada mengungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada kita umat Sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ … dan seterusnya. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan…

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/09/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…

  • Duratyayā (BG VII.14)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Senin, 10 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Duratyayā (BG VII.14) Duratyayā adalah terobosan, menerobos, atau upaya untuk menembus berbagai hambatan. Setiap manusia hendaknya memiliki semangat untuk melakukan terobosan melalui tindakan nyata, upaya inovatif, langkah kreatif, perbaikan berkelanjutan, serta usaha untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dengan demikian, akan ditemukan cara terbaik dalam mengatasi…

  • Shreshthas (BG. III.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)18.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Shreshthas (BG. III.21) Krta Shreshthas adalah yang terbaik. Umat Hindu, tampillah menjadi yang terbaik. Abhyasa, atau berlatihlah menjadi yang terbaik dari pikiran luhur (manah shreshthas), jadilah yang terbaik dalam perkataan santun (vacika shreshthas), dan jadilah yang terbaik dalam tindakan sopan (kayika shreshthas). Ayo, abhayam shreshthas, yaitu…

  • Jalankan Swadharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 7 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia, tetapi ingkar dalam pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk…