Berbuat dengan Ketanpaakuan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 24/05/2026

Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan bahwa orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan memperoleh kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya.

Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus ibarat air yang masuk ke dalam samudra. Walaupun terus-menerus mengalir, samudra tetap tenang dan tidak bergerak. Demikian pula halnya dengan orang yang berjiwa sabar dan tenang, akan mencapai kedamaian walaupun semua kesenangan ada padanya, tetapi bukan berarti mengumbar hawa nafsunya.

Oleh karena itu, bagi setiap umat Hindu hendaknya selalu meningkatkan serta menegakkan kesucian diri masing-masing melalui Jana Kīrtiḥ (kemuliaan hidup), serta membangkitkan kesucian jiwa dengan menjalankan ajaran Tiṅkahing Brata melalui pemusatan pikiran dan pengendalian pañcendriya (lima indra) dari segala objek keinginan. Niscaya, akan terbangun umat Hindu yang bijak serta memiliki aura atau vibrasi energi positif yang kuat.
(BG II.65–72)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara Weda 19/01/2026 Umat se-dharma, Pañca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin akan śraddhā-nya, orang semacam ini disebut dalam golongan Nāstika atau jadma kesasar (orang yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut niṣkriya…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 04/01/2026 Umat se-dharma,pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria atau hawa nafsu—citta-vṛtti-nirodhaḥ (penghentian gelombang-gelombang pikiran)—menjadi faktor penting dalam menjalani proses kehidupan di dunia ini, di alam saṃsāra (lingkaran kelahiran dan penderitaan). Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh indria dan hawa nafsu bagaikan seekor penyu yang menarik seluruh anggota badannya ke dalam cangkangnya….

  • Satvika Yadnya

    Mutiara WedaYogyakarta, 23 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Melaksanakan Pañca Mahā Yadnya merupakan kewajiban suci sebagaimana petunjuk dari pustaka suci Weda Saṁhitā, sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya. Sebab, alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui Yadnya. Lima unsur penting dalam Meyadnya adalah sebagai berikut: Mantra: doa-doa suci yang diucapkan oleh…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara Weda08/01/2026 Umat Sedharma, dalam susastra ada tersurat bahwa manakala terlahir menjelma menjadi manusia, ingkar akan pelaksanaan Dharma, bingung dengan agamanya, apalagi hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar (manusia tersesat) atau Manusia Sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki atau membenahi diri. Demikian juga,…

  • Membangun Kualitas Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/01/2026 Umat Sedharma, bila cinta kasih mengisi pikiran manusia, maka akan menjelma menjadi kebenaran Satya (kebenaran). Tatkala cinta kasih menyatakan dirinya dalam bentuk kegiatan, maka ia menjadi Dharma (kebajikan). Demikian pula, bila perasaan diliputi oleh cinta kasih, maka ia akan menjadi perwujudan kedamaian Santih (damai). Pada hakikatnya, melaksanakan cinta kasih itu adalah perbuatan Dharma (kebajikan), berpikir cinta kasih sesungguhnya adalah Satya (kebenaran), dan…