Ahaṅkāra Jñāna
Mutiara Weda
Yogyakarta, 23/05/2026
Umat sedharma, jika direnungkan, manah (pikiran) sesungguhnya merupakan penyebab dari penderitaan dan kesengsaraan tatkala pikiran dicemari oleh hawa nafsu serta berbagai kekotoran Ahaṅkāra Jñāna. Apabila pikiran itu bersih dan suci, tidak dihinggapi kekacauan, tidak dibelenggu oleh hawa nafsu serta berbagai kecemaran, melainkan dipenuhi Sāttvika Vidyā (pengetahuan yang suci), itulah sesungguhnya hakikat kedamaian dalam ajaran agama Hindu, sebagai landasan menuju kebebasan sejati nantinya.
Perlu diketahui bahwa proses kehidupan dalam sukha (kebahagiaan) maupun duḥkha (penderitaan) yang dialami, pangkalnya adalah kebodohan. Kebodohan ditimbulkan oleh kelobaan, dan kelobaan itu berasal dari kebodohan. Oleh karenanya, kebodohanlah asal mula kesengsaraan.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kualitas diri dengan menghilangkan kebodohan dan melenyapkan kelobaan atau kerakusan Ahaṅkāra Jñāna yang menjadi sumber kesengsaraan. Niscaya, akan dapat terbangun umat Hindu yang tenang dan damai serta bebas dari penderitaan dan kesengsaraan, baik dalam proses kelahiran maupun kematian nantinya. Prasiddham antaḥ iṅ bhavārṇawa
(SS.399–402)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
