Beragama Jangan Lepas dari Ageman
Mutiara Weda
Yogyakarta, 26 Mei 2026
Umat se-dharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan kehidupan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem-ageman dalam bentuk śraddhā. Manakala seseorang kurang memiliki keyakinan, bingung, bahkan ragu terhadap agamanya, dapat dipastikan pondasi keberagamaannya akan menjadi rapuh. Hal tersebut akan berdampak pula pada lemahnya pemahaman terhadap inti sari ajaran agama.
Pemahaman ajaran agama secara benar merupakan suatu keharusan yang bersifat mutlak melalui pemahaman tattva agama, etika agama, maupun upakara agama dengan berpegang teguh pada sumber-sumber Dharma serta pokok-pokok dasar ajaran dalam Tri Kerangka Dasar Agama Hindu. Kesemuanya menjadi roh atau jiwa ajaran Hindu Dharma yang wajib dilaksanakan secara sinergis sebagai Tri Jñāna Sandhi bagi umat Hindu.
Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat Hindu memegang teguh agem-ageman dalam beragama dengan mempelajari kembali pustaka suci Weda secara benar, utuh, dan sempurna, baik melalui Weda Śruti maupun Weda Smṛti. Weda hendaknya dipelajari secara bertahap, berjenjang, dan komprehensif. Tidak dibenarkan mempelajari Weda melalui jalan pintas dengan dalih praktis, simpel, mudah, sederhana, dan sejenisnya yang cenderung menyesatkan. Niscaya, umat Hindu akan ajeg dalam Dharmanya, kuat dalam śraddhā, serta kokoh memegang ajaran Sanātana Dharma dalam mewujudkan kehidupan yang bahagia, baik sekala maupun niskala, demi mencapai jagadhita dan kamokṣan nantinya.
(Kitab Swastika Rana & Weda Sabda Suci Tuhan)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta
