Bunga Dharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 02/10/2026

Umat Se-Dharma, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang penuh tanpa gangguan akan memberikan ketenteraman bagi Sang Ātman, sehingga dapat mencapai kebahagiaan sejati. Keadaan tersebut akan mengantarkan pada kelahiran yang disebut Deva Yoni, yang disebut pula sebagai Aisvarya, serta menjadi buah atau bunga-bunga Dharma.

Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit Adharma atau kejahatan dan menentang Dharma (Avairāgya), serta tidak mengetahui Tattva Jñāna, dapat dipastikan kehidupannya akan mengalami penderitaan. Demikian pula, ia dapat mengalami proses reinkarnasi atau kelahiran kembali menjadi makhluk yang lebih rendah ataupun binatang.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sudah menjadi kewajiban untuk membangun buah-buah Dharma atau Aisvarya. Dengan melaksanakan ajaran Dharma, kita akan dapat mencapai kebahagiaan melalui penguatan buah Jñāna, berupa pengetahuan suci Weda.

Niscaya, pada akhirnya akan tercapai kebahagiaan sejati, yaitu kelepasan atau Kamoksan, yang sering disebut Janma Vasana.

(Wrhaspati Tattwa, 29–32)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sinergis Dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/08/2025 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan: Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama, mengajarkan kepada kita, umat sedharma, untuk selalu bersinergis dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah… dst. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau…

  • Filosofi Ātmanastya

    Palangka Raya, 29.9.2025Oleh I Ketut Subagiasta Sangat penting diuraikan mengenai filosofi Ātmanastya (bunuh diri). Mari dipahami ajaran dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra, sloka V.89 tentang bunuh diri dikaji secara ekoteologi yang mengandung nilai pendidikan Hindu, dikutip sebagai berikut: “वृथासंकर जातानां प्र व्रज्यासु च तिष्ठताम्आत्मनस्त्य् आगिनां चैव निर्वर्तेत् ओदक क्रिया” vṛthāsaṁkara jātānāṁ pra vrajyāsu ca tiṣṭhatāmātmanastya…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/06/2025 Umat Se-Dharma, Di dalam sastra suci Hindu diungkapkan bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) dan mensinergikan antara pikiran,…

  • Kendalikan Pikiran dengan Bertapa

    Mutiara Weda Yogyakarta, 29 Juni 2026 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci tersurat: “Surā, Sarasvatī, Lakṣmī ity etat madakāraṇam … dst.” Ajaran tersebut menjelaskan bahwa ada tiga hal yang dapat menyebabkan manusia lupa akan dirinya sendiri sehingga menimbulkan “kemabukan”, yaitu surā (minuman keras), Sarasvatī (kepandaian), dan Lakṣmī (kekayaan). Kemabukan atau kegelapan pikiran dapat menjerumuskan manusia apabila…

  • Jñānādīpite (BG IV.27)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)20 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Jñānādīpite berarti dalam api Yajña. Ber-Yajña pada dasarnya adalah suci. Ber-Yajña bukan berarti jor-joran atau berlomba-lomba dalam kemewahan. Dalam pelaksanaannya, Yajña memiliki tingkatan kaniṣṭha, madhyama, dan uttama. Apa pun yang dipersembahkan dalam Yajña hendaknya dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan. Pelaksanaan Yajña juga membutuhkan pengendalian…

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Mutiara Weda Yogyakarta, 01/05/2026 Umat Se-dharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanātana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu hukum ṛta ataupun hukum karma, dengan landasan…