Filosofi Dvividhā Proktā

Palangka Raya, 8.11.2025

Diuraikan tentang filosofi Dvividhā Proktā, artinya dua hal disiplin pengetahuan diajarkan konteks brahmacārī āśrama (masa siswa). Mari dipahami ajaran mulia pada pustaka suci Bhagavad Gītā III.3 yang dikutip sebagai berikut.

“श्रीभगवानुवाच
लोकेऽस्मिन्द्विविधा निष्ठा पुरा प्रोक्ता मयानघ ।
ज्ञानयोगेन साङ्ख्यानां कर्मयोगेन योगिनाम् ॥३–३॥

śrī-bhagavān uvāca:
loke ’smin dvi-vidhā niṣṭhā purā proktā mayā’nagha
jñāna-yogena sāṅkhyānāṁ karma-yogena yoginām

Artinya:
Śrībhagavān bersabda:
“Sejak dahulu telah Kukatakan, wahai Anagha, ada dua disiplin, yaitu jalan ilmu pengetahuan bagi cendekiawan dan jalan kerja bagi yang giat.”

Mari dipahami mengenai filosofi dvividhā proktā, yakni ada dua hal disiplin pengetahuan yang diajarkan pada masa brahmacārī āśrama (masa belajar/siswa) yang disajikan secara mudah, ringan, dan sangat sederhana disajikan, antara lain berikut ini.

  1. Jñāna-yogena artinya dengan jalan pengetahuan. Maknanya bahwa masa brahmacārī atau masa belajar pintar menimba ilmu pengetahuan, memperkaya wawasan pengetahuan, banyak memiliki pengetahuan, berwawasan terbuka, memahami ragam teori, dan memantapkan teoretis.
  2. Karma-yogena artinya dengan jalan kegiatan. Maknanya bahwa saat brahmacārī āśrama, disiplin yang perlu penguatan adalah jalan kegiatan, penguatan pengalaman, penguatan praktik, penguatan keterampilan, penguatan berkarya, penguatan berlatih, penguatan kinerja bermutu, dan memantapkan penguatan wawasan praktis.

Pada intinya bahwa filosofi dvividhā proktā adalah dua hal disiplin yang diajarkan sebagai jñāna-yogena, yakni cara atau jalan penguatan teoretis atau soft skills, dan kedua berupa penguatan pengalaman pelajar yakni karma-yogena, yaitu penguatan disiplin pengalaman, penguatan keterampilan, dan penguatan praktis sebagai penguatan hard skills. Ada sinergi jitu antara soft skills dan hard skills, sehingga terwujud generasi Hindu yang kompetitif atau kader berdaya saing pada masa kini dan ke masa depan.

Semoga suputra suputri (anak-anak baik) sukses semua. Rahayu. Svāhā. Kṣamā ca kṣamī.

Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Himsa Karma yang Diperbolehkan

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/12/2025 Umat sedharma, dalam susastra suci agama Hindu diajarkan bahwa ahiṁsā berarti tidak menyakiti dan tidak membunuh makhluk hidup secara sewenang-wenang. Tindakan menyakiti atau membunuh tanpa alasan yang benar tidak dibenarkan dalam ajaran Hindu. Namun demikian, melakukan hiṁsā karma—perbuatan membunuh dengan tujuan tertentu—diperbolehkan sebagai kewajiban suci apabila dilandasi niat kesucian dan dilaksanakan sesuai…

  • Filosofi Asta Prakrti

    Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Asta Prakrti, artinya delapan sifat alami, dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: yatatām api siddhānāmkaścin mām vetti tattvataḥ ॥ 7.3 ॥bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥkhaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ mebhinnā prakṛtir aṣṭadhā ॥ 7.4 ॥ Artinya:“Tanah, air, api, udara, ether, pikiran, budhi,…

  • Filosofi Pùjayitvà Grhasthah

    Oleh I Ketut Subagiaata Disajikan sebuah uraian dengan Pùjayitvà Grhasthah, artinya kewajiban kepala rumah tangga melakukan pemujaan suci berupa panca yajña. Mari dimaknai dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA III-117, yang dikutip sebagai berikut: “देवानृषीन् मनुष्यांश्च पितन् गृह्याश्च देवताःपूजयित्वा ततः पश्चाद् गृहस्थः शेषभुग्भवेत्”devānṛṣīn manuṣyāṁśca pitan gṛhyāśca devatāḥpūjayitvā tataḥ paścād gṛhasthaḥ śeṣabhugbhavet Artinya:Setelah…

  • Filosofi Dīptam

    Disajikan topik Dīptam, artinya sinar cahaya yang cemerlang. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā XI-24 yang dikutip sebagai berikut: “नभःस्पृशं दीप्तमनेकवर्णं व्यात्ताननं दीप्तविशालनेत्रम् ।दृष्ट्वा हि त्वां प्रव्यथितान्तरात्मा धृतिं न विन्दामि शमं च विष्णो ॥ ११-२४॥nabhaḥ-spṛśaṁ dīptam aneka-varṇaṁ vyāttānanaṁ dīpta-viśāla-netram,dṛṣṭvā hi tvāṁ pravyathitāntar-ātmā dhṛtiṁ na vindāmi śamaṁ ca viṣṇo. Artinya:“Wahai Viṣṇu, setelah melihat…

  • Bersahabat dengan Kesabaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/01/2026 Umat Sedharma, jika dicermati, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibaratkan Cakra manggilingan (roda kehidupan) yang selalu berputar-putar, silih berganti, terkadang di atas pun terkadang di bawah, selalu bergantian dan penuh dengan berbagai cobaan serta tantangan hidup. Tanpa adanya ombak yang ganas, tak akan pernah tahu kemahirannya dalam bermain peselancar. Begitu pula, tanpa…

  • Indrya Mata: Mata Nafsu

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/11/2024 Umat Sedharma,Menjelma menjadi manusia di alam maya pada ini penuh dengan permasalahan, cobaan, dan godaan yang disebabkan oleh kegelapan pikiran Bhaksa Bhuana akibat ketidakmampuan menjaga dan mengolahnya. Kegelapan pikiran itulah yang mempunyai indrya mata, yang disebut mata nafsu. Pikiran yang bermata-nafsu tidak mampu melihat kenyataan hidup yang sebenarnya sehingga cenderung menggunakan keakuan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *