Jadikan Prema sebagai Benteng

Mutiara Weda
Yogyakarta, 03/10/2026

Umat se-Dharma, jika direnungkan dalam mengarungi kehidupan di maya pada ini, kita tidak dapat lepas dari Rwa Bhineda. Demikian pula, sifat-sifat negatif selalu menghantui jiwa umat manusia yang perlu dikendalikan, seperti sifat dengki, iri hati, atau Matsarya, yaitu sifat yang senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang.

Jadikanlah rasa kasih sayang sebagai benteng dalam membangun kedamaian dan keharmonisan terhadap sesama.

Manakala batin selalu diselimuti oleh rasa iri hati dan dengki kepada sesama, Matsarya, tatkala melihat orang lain memiliki kelebihan, sesungguhnya orang seperti inilah yang paling menderita dan sengsara dalam kehidupan. Perasaan tersebut dapat menjadi beban batin yang sulit untuk disembuhkan apabila tidak disadari dan dikendalikan.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, jauhkanlah diri dari rasa dengki dan iri hati dengan menumbuhkan rasa kasih sayang (Prema) dan sifat pemaaf (Ksama), serta melakukan pengekangan dan pengendalian diri melalui Yama dan Nyama Brata terhadap Panca Indriya. Niscaya kita akan dapat menjalani kehidupan dengan damai, rukun, dan harmonis.

(S.S. 89–91)

Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Trayodaśa Dharma (BG X.4)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Selasa, 11 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Trayodaśa Dharma (BG X.4) Trayodaśa Dharma adalah tiga belas jenis kebenaran. Filosofi Trayodaśa Dharma mengajarkan tiga belas nilai sebagai pelita kehidupan menuju kehidupan yang aman, tenteram, bahagia, dan sejahtera, baik lahir maupun batin, yaitu: Marilah dimaknai dan diterapkan filosofi Trayodaśa Dharma, yaitu tiga belas…

  • Ilmu & Racun dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 25/11/2025 Umat sedharma, jika direnung-renungkan dalam sebuah paribasa (peribahasa), pengetahuan yang tidak digunakan itu sesungguhnya adalah racun dalam diri. Begitu pula halnya makanan akan menjadi racun tatkala pencernaannya kurang baik. Demikian juga dalam hal berdiskusi, Tarkavāda (perdebatan logis) dapat menjadi racun bagi orang yang miskin atau kurang ilmunya. Orang yang tahu, tetapi tidak…

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/02/2026 Umat Se-dharma, dalam sesanti Hindu ada tersurat bahwa kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, Sanātana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum…

  • Filosofi Asta Mahābhūtādi

    Palangka Raya, 28.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan tentang filosofi Asta Mahābhūtādi artinya delapan unsur alam. Mari dimaknai ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra Sloka I-6 yang dikutip sebagai berikut: “ततः स्वयम्भूर् भगवानव्यक्तो व्यञ्जयन्निदम्महाभुतादि वृत्तौजाः प्रादुरासीत्तमो नुदः” tataḥ svayambhūr bhagavān avyākto vyañjayannidammahābhūtādi vṛttaujāḥ prādurāsīttamo nudaḥ Terjemahan:Kemudian dengan kekuatan tapanya, Yang Maha Ada dengan sendirinya…

  • Filosofi Sukham

    Palangka Raya, 23.10.2025 Disajikan topik filosofi Sukham, artinya kebahagiaan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II.66 yang dikutip sebagai berikut: “नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥ २-६६॥nāsti buddhir ayuktāsya na cāyuktāsya bhāvanāna cābhāvayatah śāntir aśāntasya kutaḥ sukham“Artinya:Tak ada kebijaksanaan pada pikiran yang tak terkendalikan, dan juga tak…

  • Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74) Aṣṭa Coraḥ dan Ṣaḍātatāyī adalah delapan perbuatan curang dan enam perbuatan kejam. Ada caturdaśa atau empat belas perbuatan curang dan kejam, antara lain: membegal, merampas, merampok, mengamuk, menganiaya, membunuh, menyihir, meracun, mencuri, memfitnah, memancung, menyakiti, merusak, dan menipu….