Kendalikan Pikiran dengan Bertapa

Mutiara Weda

Yogyakarta, 29 Juni 2026

Umat Se-dharma, dalam pustaka suci tersurat:

“Surā, Sarasvatī, Lakṣmī ity etat madakāraṇam … dst.”

Ajaran tersebut menjelaskan bahwa ada tiga hal yang dapat menyebabkan manusia lupa akan dirinya sendiri sehingga menimbulkan “kemabukan”, yaitu surā (minuman keras), Sarasvatī (kepandaian), dan Lakṣmī (kekayaan).

Kemabukan atau kegelapan pikiran dapat menjerumuskan manusia apabila tidak disertai dengan pengendalian diri. Oleh sebab itu, pengendalian diri menjadi faktor yang sangat penting. Berbagai sifat buruk dalam diri manusia, sebagaimana dijelaskan dalam ajaran Sapta Timira (tujuh kegelapan batin), dapat menghancurkan kehidupan apabila tidak dikendalikan. Sebaliknya, mereka yang tidak terjerumus oleh ketiga hal tersebut mencerminkan kuatnya kualitas rohani dan keluhuran budi yang dimilikinya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah memperkuat dan mengendalikan pikiran dengan melakukan tapaḥ (bertapa atau disiplin rohani), sehingga memiliki wawasan keagamaan yang kokoh dan tidak mudah berubah haluan. Dengan demikian, umat Hindu akan senantiasa mampu mengendalikan diri serta tetap tulus dalam menjalani kehidupan yang sederhana.

(Slokantara, 68)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Pentingnya Menjaga Kesucian Diri

    Mutiara Weda11/02/2026 Umat se-dharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kedyatmikan (spiritual) bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh buddhi (daya intelek/kebijaksanaan). Jika ajaran agama dan ajaran kesucian (spiritual) digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan…

  • Belajar Mengenali Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, Bunga Seroja demikian harum dan indah, namun memiliki kelemahan pada tangkainya yang berbulu dan dapat menimbulkan rasa gatal. Demikian pula Gunung Himalaya yang menjulang tinggi dan sangat mempesona, ternyata memiliki kelemahan karena sering tertutup salju. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia di dunia ini penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Tidak…

  • Jangan Sepotong-Sepotong dalam Beragama

    Mutiara WedaYogyakarta, 04/08/2026 Umat Sedharma, faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan kehidupan beragama bagi umat Hindu terletak pada kuatnya agem-ageman dalam bentuk Śraddhā. Apabila keyakinan mulai berkurang, timbul kebingungan bahkan keraguan terhadap agama yang dianut, maka dapat dipastikan pondasi keagamaan menjadi rapuh. Dampaknya adalah lemahnya pemahaman terhadap inti sari…

  • Filosofi Panca Suna Grhasthasya

    Palangka Raya, 13.7.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah ajaran luhur dengan topik utama Panca Suna Grhasthasya, artinya seorang kepala rumah tangga memiliki lima macam penyembelihan, sesuai ajaran luhung pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA III-68, yang dikutip sebagai berikut: “पञ्च सूना गृहस्थस्य चुल्ली पेषण्यु पस्करःकण्डनी चोदकुम्भश्च बध्यते यास्तु वाहयन्”pañca sūnā gṛhasthasya cullī peṣaṇyu paskaraḥkaṇḍanī codakumbhaśca badhyate…

  • Kebenaran Sejati

    Mutiara Weda21/01/2025 Umat se-dharma, dalam sesanti Hindu ada tersurat bahwa kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi & mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian & keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang…

  • Karma & Hukum Yajña

    Mutiara Weda Yogyakarta, 20/05/2026 Umat se-dharma, hakikat hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk bekerja. Bekerja sebagai suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap umat Hindu, sebab tak sekejap pun manusia dapat diam tanpa bekerja. Melaksanakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab sendiri (svadharma), walaupun tidak sempurna, lebih mulia daripada melaksanakan tugas orang lain. Melaksanakan tugas…