Muhyanti Jantavaḥ (Bhagavadgītā V.15)

DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)
30 Juni 2026

Oleh: I Ketut Subagiasta

Muhyanti Jantavaḥ (Bhagavadgītā V.15)

Muhyanti Jantavaḥ berarti makhluk-makhluk yang tersesat. Manusia yang tersesat, meskipun pada awalnya memiliki kebajikan, apabila kemudian melakukan berbagai perbuatan berdosa, tidak akan memperoleh penerimaan dari Sang Hyang Widhi Wasa.

Perbuatan yang menyesatkan antara lain: bunuh diri, menyakiti orang lain, menyiksa orang lain, merusak masa depan sesama, berbuat angkuh, serta berbagai perbuatan yang bertentangan dengan dharma. Semua itu merupakan perbuatan berdosa yang menjauhkan manusia dari Tuhan Yang Maha Esa.

Marilah kita tidak menjadi manusia yang tersesat. Sebaliknya, marilah senantiasa berbuat kebajikan secara terus-menerus sebagai jalan menuju kehidupan yang luhur dan penuh kedamaian.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Śulabaning Kleśa

    Mutiara Weda27/12/2025 Umat se-dharma,bila direnungkan, kehidupan ini—ketika menjelma menjadi manusia—sesungguhnya merupakan kumpulan berbagai persoalan yang senantiasa menyertai perjalanan hidup di māyā (dunia fana) ini. Munculnya beragam persoalan yang dapat mengotori kehidupan umat manusia disebut Śulabaning Kleśa (belenggu penderitaan), yang disebabkan oleh unsur Pañca Kleśa (lima kekotoran batin). Pañca Kleśa merupakan lima jenis kekotoran dalam kehidupan…

  • Filosofi Muniprasna

    Palangka Raya, 22.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Om Swastyastu Disajikan sebuah topik Filosofi Munipraśna, artinya pertanyaan para orang bijaksana. Mari dipahami makna ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa 1.1.39 yang dikutip sebagai berikut: “इति श्रीशैवेमहापुराणे विद्येश्वरसंहितायां मुनिप्रश्नवर्णनो नाम प्रथमोऽध्यायः ॥ १ ॥iti śrīśaivemahāpurāṇe vidyeśvarasaṁhitāyāṁ munipraśnavarṇano nāma prathamo’dhyāyaḥ || 1 || Terjemahan:Inilah Śiva Mahāpurāṇa, Bab…

  • Filosofi Shishu Màsà

    Disajikan topik Filosofi Shishu Màsà yang artinya masa bayi. Mari dipahami upaya pembelajaran terhadap masa bayi dalam pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA II-34 yang dikutip sebagai berikut ini: “चतुर्थे मासि कर्तव्यं शिशोर्निष्क्रमणं गृहात्षष्ठे ऽन्न प्राशनं मासि यद् वेष्टं मङ्गलं कुलेcaturthe māsi kartavyaṁ śiśor niṣkramaṇaṁ gṛhātṣaṣṭhe ’nna prāśanaṁ māsi yad veṣṭaṁ maṅgalaṁ kule” Artinya:Pada bulan keempat harus…

  • Tampakkan Prilaku yang Sāttvika

    Mutiara Weda Yogyakarta, 05/11/2025 Umat se-dharma, tiga gerak pikiran umat manusia sebagai sang pengendali utama dari hawa nafsu di antaranya: tidak iri hati/tidak dengki, tidak menyakiti makhluk lain, serta percaya dan yakin akan kebenaran ajaran Hukum Karma Phala. Membangun prilaku yang sāttvika (murni dan jernih) dalam perbuatan, perkataan maupun dalam berpikir menjadi suatu kewajiban dan…

  • Moghaṁ Sa Jīvati (Bhagavadgītā III.16)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)26 Juni 2026 Oleh I Ketut Subagiasta Moghaṁ Sa Jīvati berarti “ia hidup sia-sia”. Oleh karena itu, marilah menjalani hidup yang penuh makna dan manfaat. Hindarilah bunuh diri, jauhilah segala bentuk perbuatan buruk, hindarilah perkataan yang menyinggung perasaan orang lain, serta bersihkan pikiran dari hal-hal yang negatif. Hidup ini adalah anugerah…

  • Filosofi Candramasi

    Disajikan uraian dengan topik Filosofi Candramasi, artinya yang ada dalam bulan. Mari dipahami dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XV-12 yang dikutip sebagai berikut: “यदादित्यगतं तेजो जगद्भासयतेऽखिलम् । यच्चन्द्रमसि यच्चाग्नौ तत्तेजो विद्धि मामकम् ॥ १५-१२॥ yad āditya-gataṁ tejo jagad bhāsayate ‘khilam, yac candramasi yac cāgnau tat tejo viddhi māmakam. Artinya: Cahaya,…