Ātmanastuti

Mutiara Weda
Yogyakarta, 20 Juli 2025

Umat Se-Dharma,

Memperkokoh keyakinan dalam beragama melalui Śraddhā dan Bhakti, serta selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu.

Kebenaran dan kebajikan dijaga melalui perilaku yang baik. Demikian pula, śāstra-śāstra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Kelahiran sebagai manusia di mayapada ini pun harus dijaga melalui tuntunan agama, budi pekerti, dan etika yang luhur.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu, jangan pernah mengabaikan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jagalah dan rawatlah dengan selalu mengucapkan rasa syukur (angayubagya).

Nāsty eva saṁśayaḥ, niscaya akan tumbuh rasa damai dan kemantapan hati melalui Ātmanastuti, serta semakin kuatnya Śraddhā dan Bhakti dalam diri.
(Kitab Swastika Rana)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Krodha, Cermin Pudarnya Nilai Kesabaran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 21/05/2026 Umat se-dharma, kesabaran merupakan kekayaan yang paling mulia dan tak ternilai harganya, ibarat emas dan permata yang mampu memerangi kekuatan hawa nafsu; tiada yang melebihi kemuliaannya. Tatkala kesabaran dan ketenangan hati mulai berkurang, tidak akan pernah ada kepastian akan terjalinnya persahabatan. Sebaliknya, yang muncul adalah jiwa murka yang menyelubungi diri, yang…

  • Filosofi Pùjayitvà Grhasthah

    Oleh I Ketut Subagiaata Disajikan sebuah uraian dengan Pùjayitvà Grhasthah, artinya kewajiban kepala rumah tangga melakukan pemujaan suci berupa panca yajña. Mari dimaknai dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA III-117, yang dikutip sebagai berikut: “देवानृषीन् मनुष्यांश्च पितन् गृह्याश्च देवताःपूजयित्वा ततः पश्चाद् गृहस्थः शेषभुग्भवेत्”devānṛṣīn manuṣyāṁśca pitan gṛhyāśca devatāḥpūjayitvā tataḥ paścād gṛhasthaḥ śeṣabhugbhavet Artinya:Setelah…

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/04/2026 Umat sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan iri hati (mātsarya) merupakan kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang satyam, śivam, dan sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan, serta cinta kasih kepada sesama (prema vāhinī). Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki bercokol dalam diri. Apabila batin senantiasa diselimuti oleh rasa iri…

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/01/2025 Umat Se-Dharma, Dalam sesanti ada menyebutkan, binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya. Begitu pula binatang ular, memiliki racun berbisa yang terletak di taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat, seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat dipastikan…

  • Filosofi Dhirah

    Palangka Raya, 22.10.2025 Disajikan topik filosofi Dhirah, artinya orang bijaksana. Mari dipahami ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II-13 yang dikutip sebagai berikut: “देहिनोऽस्मिन्यथा देहे कौमारं यौवनं जरा ।तथा देहान्तरप्राप्तिर्धीरस्तत्र न मुह्यति ॥ २-१३॥dehino ‘smin yathā dehe kaumāraṁ yauvanaṁ jarātathā dehāntara-prāptir dhīras tatra na muhyati“Artinya:Sebagaimana halnya sang roh itu ada pada masa kecil, masa…

  • Filosofi Naksatranam

    Disajikan topik Naksatranam artinya bintang-bintang. Mari maknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā X-21 yang dikutip sebagai berikut: “आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi.” Artinya:“Dari para āditya, Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang bersinar Aku adalah Matahari; dari para Marut Aku…