Selaras dalam Berpikir

Mutiara Weda

Yogyakarta, 24/01/2026

Umat se-dharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana, membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan. Pikiran juga menjadi sumber pengetahuan sekaligus perantara yang paling cepat.

Pikiran merupakan penentu baik dan buruknya seseorang. Pikiran sebagai perantara tercepat mengawasi seluruh indriya (alat indra) serta menjadikan niat atau tekad sebagai inti sari dari pikiran itu sendiri.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita menumbuhkan nilai-nilai kebajikan (satyam, śivam, sundaram) dalam diri, dengan mendudukkan pikiran di dalam hati, serta menyelaraskan antara pikiran dan intelek:
Yunjate mana uta yunjate dhiyah.

Niscaya akan terbangun kedamaian dalam pikiran, manah śāntiḥ.
(Ṛg Weda V.81.1)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ

    Disajikan sebuah topik Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ yang berarti “istri berwajah cerah”. Mari dimaknai ajaran luhur bagi keluarga dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka V.150 yang dikutip sebagai berikut: “सदा प्रहृष्टया भाव्यं गृह कार्येषु दक्षयासुसंस्कृतो पस्करया व्यये चामुक्त हस्तयाsadā prahṛṣṭayā bhāvyaṁ gṛha kāryeṣu dakṣayāsusaṁskṛto paskarayā vyaye cāmukta hastayā“ Artinya:“Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan…

  • Yajña: Wujud Rasa Bhakti

    Mutiara Weda Yogyakarta, 28 Juni 2026 Umat Sedharma, dalam susastra tersurat: Yasyāṁ sadoha vīrdhane yūpo yasyāṁ nimīyate… dst. Artinya, di tempat suci atau pura tempat dipancangkannya yūpa (tiang suci upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir untuk menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin. Melaksanakan yajña suci, yaitu Pañca Mahā Yajña, merupakan…

  • Berbuat dengan Ketanpaakuan

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang & tulus ibaratkan air yang masuk ke dalam samudra, walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergerak. Demikian juga halnya dengan orang yang berjiwa…

  • Filosofi Sukham

    Palangka Raya, 23.10.2025 Disajikan topik filosofi Sukham, artinya kebahagiaan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā II.66 yang dikutip sebagai berikut: “नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥ २-६६॥nāsti buddhir ayuktāsya na cāyuktāsya bhāvanāna cābhāvayatah śāntir aśāntasya kutaḥ sukham“Artinya:Tak ada kebijaksanaan pada pikiran yang tak terkendalikan, dan juga tak…

  • Membangun Kedamaian dalam Diri

    Mutiara Weda Yogyakarta, 3 Juni 2026 Umat Se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kaliyuga, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat ketidakmampuan menyinergikan unsur Tri Guṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri…

  • Jñānādīpite (BG IV.27)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)20 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Jñānādīpite berarti dalam api Yajña. Ber-Yajña pada dasarnya adalah suci. Ber-Yajña bukan berarti jor-joran atau berlomba-lomba dalam kemewahan. Dalam pelaksanaannya, Yajña memiliki tingkatan kaniṣṭha, madhyama, dan uttama. Apa pun yang dipersembahkan dalam Yajña hendaknya dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan. Pelaksanaan Yajña juga membutuhkan pengendalian…