Kama (SS. 1)

DHARMASHABADANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
19.10.2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Kama artinya keinginan, cita-cita, rencana, hawa nafsu. Ada tujuan hidup umat Hindu, yakni setiap orang memiliki cita-cita, memiliki keinginan, memiliki rencana, secara psikologi dan biologis memiliki hawa nafsu.

Tidak sembarang rencana, namun rencana berdasarkan Dharma, cita-cita yang benar, didukung Artha atau dana. Organisasi besar, rencana luas sampai ke jangka panjang. Dasari Dharma dan Artha yang memadai.

Rencana besar tanpa dilandasi kebenaran dan dukungan material yang memadai, justru rencana tinggal angan-angan saja. Ayo berencana yang bijak dan layak.

Svaha ca Svasti.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/08/2026 Umat Sedharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan introspeksi dan pengendalian diri, dengan berlandaskan kemampuan serta kejujuran dalam menyinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Sandhi). Dengan kesucian diri, kita akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Dengan terbangunnya kedamaian dalam…

  • Trayodaśa Jīvan (Bhagavadgītā X.4)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)5 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Trayodaśa Jīvan (Bhagavadgītā X.4) Trayodaśa Jīvan adalah tiga belas jenis kehidupan. Manusia wajib sadar diri. Ada tiga belas hal yang dialami dalam melakoni kehidupan di alam māyā, antara lain: Umat Hindu wajib melakoni tiga belas jenis kehidupan secara lahir dan batin dengan nirmala, yaitu…

  • Bunga Dharma Menuju Janma Vāsanā

    Mutiara WedaYogyakarta, 3 Juni 2026 Umat se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang penuh tanpa gangguan sehingga sang ātman dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju kelahiran yang disebut Deva Yoni, dikenal sebagai Aiśvarya. Keadaan tersebut merupakan buah atau bunga-bunga Dharma yang diperoleh melalui kehidupan yang berlandaskan kebajikan. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit adharma…

  • Tiga Siklus Hidup Manusia

    Mutiara Weda Yogyakarta, 19/05/2026 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur proses kehidupan, yaitu utpatti, sthiti, dan pralina; kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian atau kembali ke asal. Ketiga hal tersebut merupakan wujud kemahakuasaan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa dalam konsep Tri Kona. Setiap manusia yang hidup…

  • Filosofi Indriya

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan bahwa filosofi indriya berarti indra. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra II.96 sebagai berikut: “idānīm indriya-saṃyamopāya mahaḥ, na tathā etāni śakyante saṃniyamantum asevayā; viṣayeṣu prajuṣṭāni, tathā jñānena nityaśaḥ.” Terjemahan: “Indra yang sangat tertambat oleh benda-benda jasmani yang memberi kepuasan itu tidak akan dapat dikendalikan dengan baik…

  • Duratyayā (BG VII.14)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Senin, 10 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Duratyayā (BG VII.14) Duratyayā adalah terobosan, menerobos, atau upaya untuk menembus berbagai hambatan. Setiap manusia hendaknya memiliki semangat untuk melakukan terobosan melalui tindakan nyata, upaya inovatif, langkah kreatif, perbaikan berkelanjutan, serta usaha untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dengan demikian, akan ditemukan cara terbaik dalam mengatasi…