Filosofi Manah Prakrti

Palangka Raya, 17.9.2025

Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Manah Prakrti artinya sifat alami pikiran. Ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII-4 dikutip sebagai berikut:

“यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥
भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।
bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,
ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā.

Artinya:
Tanah, air, api, udara, ether, pikiran, budhi dan ego merupakan delapan unsur alam-Ku yang terpisah.

Ada makna mulia yang dikaji secara ekoteologi dari filosofi Manah Prakrti, antara lain disajikan sederhana sebagai berikut:

Disadari bahwa semua manusia memiliki Manah yakni pikiran. Maknanya, pikiran adalah sumber inspirasi manusia sebagai idep untuk berpikir cerdas. Berpikir cermat menghadapi masalah sosial. Guru Wisesa atau pihak pemerintah berpikir kooperatif, berpikir koordinatif, berpikir secara cepat (urgent), dan berpikir spontan untuk penyelamatan yang solutif. Manah merupakan sifat berpikir alami. Manusia berpikir sesuai realitas alam sekitarnya. Manusia wajib berpikir bijaksana, bijak, dan bajik. Manusia berpikir alami sesuai desa, kala, patra. Manusia berpikir dengan menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada.

Tim penolong, misalnya, memprioritaskan lokasi emergency untuk ditolong pertama sesuai akses yang dapat diupayakan sesuai kondisi nyata. Manusia berpikir sesuai waktu nyata—misalnya kapan bencana terjadi. Saat warga terdampak banjir, pertolongan cepat sangat penting agar meminimalkan korban jiwa dan kerugian material. Para penolong juga tetap harus waspada agar tetap selamat dalam upaya menolong.

Manusia wajib berpikir sesuai kondisi yang dihadapi. Kondisi banjir, misalnya: pikirkan solusi terbaik mengatasi banjir, pikirkan cara penanganan banjir, pikirkan cara penyelamatan warga yang terdampak, pikirkan cara evakuasi korban, pikirkan cara terbaik mengantisipasi banjir susulan, dan pikirkan bersama cara pencegahan bencana banjir di masa mendatang.

Intinya, ada makna mulia tentang sifat alami pikiran. Mari berpikir secara jernih, berpikir positif, berpikir tanpa emosi marah. Mari berpikir yang dijaga secara ekoteologi supaya manusia dianugerahi rahayu oleh Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menuju kehidupan yang damai lahir batin. Mari berpikir secara teologi untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mari juga berpikir secara ekologi untuk menyelamatkan lingkungan alam yang terdampak banjir: sigap memperbaiki saluran yang tersumbat sampah, cepat menolong warga terdampak, dan menjaga alam bersama.

Semoga semua kehidupan dianugerahi bahagia dan sejahtera oleh Tuhan Yang Maha Esa, serta sesuhunan selalu melindungi umat yang tertimpa bencana banjir. Korban yang hanyut semoga segera bisa dievakuasi. Kerahkan tim SAR, Pecalang, relawan, dan TNI-Polri untuk sigap menolong warga terdampak.

Semoga rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kebenaran Sejati

    Mutiara Weda21/01/2025 Umat se-dharma, dalam sesanti Hindu ada tersurat bahwa kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi & mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian & keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang…

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/11/2025 Umat sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai Dharma—Dharma Sevanam—merupakan bagian dari ethos kerja atau karma baik (śubha karma) sesuai ajaran Etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai-nilai kebajikan pada sesama melalui Dharma Sevanam akan mampu membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan lahir kemuliaan;…

  • Gunawan (SS 21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)28 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Gunawan (SS 21) Gunawan berarti bajik, bijak, dan bijaksana. Keutamaan manusia terletak pada kemampuannya membangun peradaban yang bajik, bijak, dan penuh kebijaksanaan. Dalam kehidupan, setiap persoalan atau prati samasya hendaknya dimusyawarahkan secara bijaksana melalui tarka-vitarka gunawan untuk memperoleh solusi terbaik atau sarvottama samādhāna. Dengan…

  • Filosofi Kavayah

    Palangka Raya, 31.10.2025 Disajikan sebuah topik filosofi Kavayah, artinya para pendeta atau orang suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam Bhagavad Gītā XVIII.2 yang dikutip sebagai berikut: “श्रीभगवानुवाचकाम्यानां कर्मणां न्यासं संन्यासं कवयो विदुः ।सर्वकर्मफलत्यागं प्राहुस्त्यागं विचक्षणाः ॥ १८-२॥śrī bhagavān uvāca:kāmyānāṁ karmaṇāṁ nyāsaṁ saṁnyāsaṁ kavayo viduḥ,sarva-karma-phala-tyāgaṁ prāhus tyāgaṁ vicakṣaṇāḥ.” Artinya:Śrī Bhagavān bersabda:Para pandita menyatakan saṁnyāsa sebagai meninggalkan…

  • Hidup Ibarat Roda Pedati

    Mutiara WedaYogyakarta, 10 Juni 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci disebutkan: “… sukhasyānantaraṃ duḥkhaṃ, duḥkhasyānantaraṃ sukham …” dan seterusnya. Takdir atau nasib sesungguhnya menunjukkan kepada umat manusia bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur semuanya, yaitu Hyang Widhi Wasa. Tatkala manusia berbuat baik, tentu akan dianugerahi kedudukan yang mulia. Sebaliknya, apabila berbuat jahat, Tuhan…