Filosofi Vidhi Guna

Disajikan topik Vidhi Guna artinya sifat Ida Sang Hyang Vidhi Wasa. Mari dimaknai tentang sifat Ida Sang Hyang Vidhi Wasa dalam pustaka suci Bhagavad Gītā II-23 yang dikutip sebagai berikut:

“नैनं छिन्दन्ति शस्त्राणि नैनं दहति पावकः ।
न चैनं क्लेदयन्त्यापो न शोषयति मारुतः ॥ २-२३॥
nainaṁ chindanti śastrāṇi nainaṁ dahati pāvakaḥ
na cainaṁ kledayanty āpo na śoṣayati mārutaḥ”

Artinya:
Senjata tak dapat melukainya-Nya dan api tak dapat membakar-Nya; angin tak dapat mengeringkan-Nya dan air tak dapat membasahi-Nya.

Adapun sifat-sifat prakṛti Ida Sang Hyang Vidhi Wasa, antara lain sebagai berikut:

  1. Nainaṁ atau na inaṁ artinya tidak dia. Maknanya Tuhan itu esa. Tuhan tunggal. Tuhan tidak dia, tidak itu, tidak yang lain.
  2. Chindanti artinya ia Tuhan melukai. Tuhan dapat melukai. Tuhan tidak terlukai.
  3. Dahati artinya membakar. Tuhan dapat membakar sesuai kemahakuasaan-Nya. Namun Tuhan tidak bisa dibakar.
  4. Śastrāṇi artinya senjata-senjata. Maknanya Tuhan lengkap dengan senjata yang gaib.
  5. Pāvaka artinya api. Tuhan dapat berwujud api, namun Tuhan tidak terbakar oleh api.
  6. Kledayanti artinya membasahi. Maknanya Tuhan dapat membasahi, tetapi Tuhan tidak dapat dibasahi oleh air.
  7. Āpo atau āpah artinya air. Maknanya Tuhan dapat berwujud air, tetapi Tuhan bukan air.
  8. Śoṣayati artinya mengeringkan. Maknanya Tuhan dapat mengeringkan ciptaan-Nya. Tuhan tidak bisa kering.
  9. Mārutaḥ artinya angin. Maknanya Tuhan berwujud angin. Tuhan sesungguhnya bukan angin.

Intinya Tuhan banyak kekuatan, Tuhan yang terkuat. Tuhan aneka kemahakuasaan. Tuhan yang Maha Pencipta. Tuhan dengan aneka guna yakni Tuhan memiliki ragam sifat.

Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

Palangka Raya, 21.5.2025

I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sentuhan Sinar Suci – Getaran Spiritual

    Mutiara Weda Yogyakarta, 29/10/2025 Umat se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk memperoleh pancaran cinta kasih dari-Nya, kasih sayang suci yang senantiasa memancar pada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Ida Sang Hyang Parama Kāwi diibaratkan seperti matahari yang menyinari bhūmi (bumi) dan seluruh alam…

  • Ageng Yasa Ageng Goda

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/02/2025 Umat se-dharma, dalam sebuah Paribhasa ada mengungkapkan: semakin tinggi pepohonan, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Demikian pula halnya dalam perbuatan, semakin banyak berbuat maka akan semakin banyak godaan & cobaan yang akan dihadapi. Ageng Yasa Ageng Goda. Selalu berbuat dan berpasrah diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa menjadi suatu…

  • Hidup Ibarat Roda Pedati

    Mutiara WedaYogyakarta, 10 Juni 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci disebutkan: “… sukhasyānantaraṃ duḥkhaṃ, duḥkhasyānantaraṃ sukham …” dan seterusnya. Takdir atau nasib sesungguhnya menunjukkan kepada umat manusia bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur semuanya, yaitu Hyang Widhi Wasa. Tatkala manusia berbuat baik, tentu akan dianugerahi kedudukan yang mulia. Sebaliknya, apabila berbuat jahat, Tuhan…

  • Menjaga Kesucian Pikiran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 06/05/2025 Umat Sedharma, dalam susastra ada menyebutkan Dve karmani narah kurvaniha loke mahiyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu: Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada bedanya dengan membidik dan melepaskan anak panah. Setiap orang yang terkena pasti akan merasa sakit yang teramat dalam. Perkataan,…

  • Filosofi Mukta

    Diuraikan topik Mukta yang artinya bebas atau kebebasan, sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Bhagavad Gītā V-28, dikutip sebagai berikut: “यतेन्द्रियमनोबुद्धिर्मुनिर्मोक्षपरायणः ।विगतेच्छाभयक्रोधो यः सदा मुक्त एव सः ॥ ५-२८॥yatendriya-mano-buddhir munir mokṣa-parāyaṇaḥvigatecchā-bhaya-krodho yaḥ sadā mukta eva saḥ” Artinya:Menguasai pañca indria, pikiran, dan kecerdasan, seorang Muni yang berhasrat mencapai kelepasan, membuang jauh nafsu, takut, dan murka, mereka akan…

  • Cakra Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 01/10/2025 Umat sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai dharma (Dharma-sevanam) merupakan bagian dari ethos kerja atau karma baik (śubha-karma) sesuai ajaran ethika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama (Dharma-sevanam) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan lahir kemuliaan, dari…