Bangun Sifat Kedewataan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 16/09/2026

Umat se-Dharma, menaburkan benih-benih kebencian tidak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian pula. Sebaliknya, kebencian akan berakhir dan sirna tatkala dibalas dengan sikap saling memaafkan dan welas asih.

Dalam ajaran Catur Paramitha, terdapat empat sifat luhur yang perlu dikembangkan dalam kehidupan, yaitu Maitri, sifat bersahabat, penuh kasih, dan suka memaafkan; Karuna, welas asih dan kepedulian terhadap sesama; Mudita, turut berbahagia dan penuh simpati atas kebahagiaan orang lain; serta Upeksa, menghargai dan menyikapi segala sesuatu dengan bijaksana.

Keempat sifat tersebut merupakan bagian dari ajaran Catur Paramitha yang mencerminkan sifat-sifat kedewataan atau Daivi Sampad.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita membangun dan mengembangkan sifat-sifat kedewataan yang ada dalam diri dengan berlandaskan ajaran Dharma. Jadikan sifat-sifat Sang Sadhu Budhi sebagai pedoman dalam kehidupan; senantiasa merendahkan hati karena dipenuhi kebajikan dan ilmu pengetahuan suci.

Niscaya, dengan demikian akan terbangun umat Hindu yang bijaksana, penuh kasih, serta memiliki sifat-sifat kedewataan atau Daivi Sampad.

(SS. 306–308)

Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Karakter Umat Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, betapapun bersih dan indahnya sebuah taman, pasti masih ada sampah-sampah yang tersisa di dalamnya. Demikian pula halnya dengan hati nurani umat manusia. Sebersih dan seindah apa pun hati manusia, masih akan ada benih-benih kekotoran yang tertinggal di dalamnya. Keterbatasan, kekurangan, dan ketidaksempurnaan merupakan salah satu karakter yang melekat…

  • Filosofi Punyakarmanam

    Palangka Raya, 3/6/2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan topik Punyakarmanam yang artinya manusia yang berbuat kebajikan. Ajaran ekoteologi ini dimaknai dari pustaka suci Bhagavad Gītā XVIII.71, dikutip sebagai berikut: “श्रद्धावाननसूयश्च श‍ृणुयादपि यो नरः ।सोऽपि मुक्तः शुभांल्लोकान्प्राप्नुयात्पुण्यकर्मणाम् ॥ १८-७१॥”śraddhāvān anasūyaś ca śṛṇuyād api yo naraḥ,so ‘pi muktaḥ śubhāṁl lokān prāpnuyāt puṇya-karmaṇām. Artinya:Orang yang mempunyai keyakinan dan…

  • Filosofi Īśvaraḥ

    Disajikan topik Filosofi Īśvaraḥ, artinya Tuhan Yang Maha Esa, penguasa semua makhluk hidup. Mari dimaknai ajaran suci dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XV-8 yang dikutip sebagai berikut: “शरीरं यदवाप्नोति यच्चाप्युत्क्रामतीश्वरः ।गृहीत्वैतानि संयाति वायुर्गन्धानिवाशयात् ॥ १५-८॥śarīraṁ yad avāpnoti yac cāpy utkrāmatīśvaraḥ,gṛhītvaitāni saṁyāti vāyur gandhān ivāśayāt. Artinya:“Bila Tuhan mengenakan suatu badan jasmani dan apabila Ia meninggalkannya, Ia…

  • Bhakti: Landasan Dalam Mekarma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/06/2025 Umat Sedharma,Jika direnungkan, dalam sastra tersurat bahwa dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi, perbuatan atau persembahan janganlah semata-mata hanya karena mengharapkan hasilnya atau pahalanya. Memang terasa sulit didapat di zaman ini, melakukan perbuatan tanpa dilandasi keinginan atau harapan akan pahala. Demikian juga halnya dengan ajaran-ajaran Weda yang dipelajari untuk disadari, seringkali karena adanya…

  • Filosofi Bindu ca Nāda

    Disajikan topik Bindu ca Nāda yang artinya titik dan suara.Mari dipahami ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa I.16.87 yang dikutip sebagai berikut: “बिंदुनादात्मकं सर्वं जगत्स्थावरजंगमम् ।बिंदुः शक्तिः शिवो नादः शिवशक्त्यात्मकं जगत् ॥ ८७॥biṁdunādātmakaṁ sarvaṁ jagatsthāvarajaṁgamam |biṁduḥ śaktiḥ śivo nādaḥ śivaśaktyātmakaṁ jagat || 87 || Artinya:Seluruh alam semesta yang terdiri dari yang bergerak dan yang…