Karakter Umat Manusia

Mutiara Weda
Yogyakarta, 16/08/2026

Umat Sedharma, jika direnungkan, betapapun bersih dan indahnya sebuah taman, pasti masih ada sampah-sampah yang tersisa di dalamnya. Demikian pula halnya dengan hati nurani umat manusia. Sebersih dan seindah apa pun hati manusia, masih akan ada benih-benih kekotoran yang tertinggal di dalamnya.

Keterbatasan, kekurangan, dan ketidaksempurnaan merupakan salah satu karakter yang melekat pada diri setiap manusia. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu menempatkan kerendahan hati, kesadaran diri, dan Amulat Sarira sebagai pegangan serta pedoman bagi setiap umat Hindu, serta menerapkan ajaran etika atau susila Hindu dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu dalam menapaki kehidupan di dunia ini untuk senantiasa belajar. Belajar memperbaiki dan membenahi diri serta selalu menumbuhkan sifat-sifat kebajikan yang ada dalam diri (Kusala Kamma) dengan menjaga stabilitas, keseimbangan, dan kualitas diri. Niscaya, akan terbangun kualitas rohani yang semakin baik bagi umat Hindu.

(Kitab Wrhaspati Tattwa)

Mangku Gede Made Werdha N
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ketulusan Landasan dalam Mekarma

    Mutiara WedaYogyakarta, 26/03/2026 Umat sedharma, jika direnungkan dalam susastra tersurat bahwa dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi (tiga penyucian pikiran, perkataan, dan perbuatan), perbuatan atau persembahan janganlah semata-mata hanya karena mengharapkan hasil atau pahalanya. Memang terasa sulit didapati di zaman ini melakukan perbuatan tanpa dilandasi keinginan akan pahala. Demikian pula halnya dengan ajaran-ajaran Veda yang dipelajari…

  • Kebenaran Dharma Tertinggi

    Mutiara WedaYogyakarta, 21 Juni 2026 Umat sedharma, Dharma merupakan kewajiban suci yang harus didengar, dipahami, dan dilaksanakan apabila ingin mengerti hakikat kehidupan sebagai manusia. Dalam sebuah sesanti Hindu diungkapkan: “Di antara sesama manusia, Brahmana varṇalah yang tertinggi, yaitu mereka yang wruh ring sarwa jñāna (memahami seluruh pengetahuan suci Weda). Apabila dilihat dari sumber cahaya, mataharilah…

  • Pentingnya Pengendalian Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 28 Juli 2026 Umat Sedharma, Kesucian batin akan terwujud apabila seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Kesucian diri juga akan membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Selanjutnya, dengan keyakinan spiritual, seseorang akan mampu mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yakni Hukum Ṛta maupun Hukum…

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/11/2025 Umat sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika seseorang akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha-karma (karma yang baik). Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan mampu berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/04/2026 Umat sedharma, pañca śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut sebagai nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang nāstika adalah mereka yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik, atau disebut niṣkriya (tidak aktif dalam menjalankan…

  • Filosofi Satyavākyam

    Diuraikan topik Satyavākyam, artinya teguh kepada kebenaran. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.7.31 yang dikutip sebagai berikut: ईश्वर उवाच ।वत्सप्रसन्नोऽस्मि हरे यतस्त्वमीशत्वमिच्छन्नपि सत्यवाक्यम् ।ब्रूयास्ततस्ते भविता जनेषु साम्यं मया सत्कृतिरप्यलप्थाः ॥ ३१ ॥ īśvara uvācavatsaprasanno’smi hare yatastvam īśatvam icchann api satyavākyam |brūyās tataste bhavitā janeṣu sāmyam mayā satkṛtir apyalapthāḥ ॥ 31 ॥…