Medharmasanti

Mutiara Weda
21/03/2026

Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengingatkan kita sebagai umat sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama.
Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ.

Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan sifat ketulusan, kesamaan batin, serta perasaan persahabatan tanpa kebencian. Laksana induk sapi yang mencintai anaknya, demikianlah seharusnya kita membangun persahabatan dalam persatuan.

Rasa persatuan akan tumbuh apabila terwujud keserasian, sinergi, dan kebersamaan, terutama dalam pikiran. Ketika pikiran selaras, akan tumbuh dan berkembang cinta kasih serta terbangunnya persatuan umat Hindu.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah membangun kebersamaan dan persatuan, bersinergi satu sama lain, menyatukan pikiran, menyatukan tujuan, serta membangun keserasian:
sam vo manāṃsi sam vratāḥ.
Niscaya, dengan keserasian akan terbangun kerukunan menuju persatuan medharmasanti.
(Ṛgveda X.191.2)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sat, Cit, Ananda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/08/2026 Umat Sedharma, Pustaka Suci Weda mengajarkan agar kita senantiasa setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menapaki jalan menuju ketenangan serta kedamaian batin (Parama Śānti). Satyam eva jayate nānṛtam.Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti. Kebenaran dan kejujuran merupakan sifat serta hakikat Ketuhanan, yaitu Sat, Cit, Ananda Brahman, yang menjadi bagian dari dasar…

  • Filosofi Grhasthastu

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah sajian dengan topik Grhasthastu, artinya tahapan kepala rumah tangga menuju tahapan Wanaprastha. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA VI-2, yang dikutip sebagai berikut: “गृहस्थस्तु यदा पश्येद् वलीपलितम् आत्मनःअपत्यस्यैव चापत्यं तदा­रण्यं समाश्रयेत्”gṛhasthastu yadā paśyed valīpalitam ātmanaḥapatyasyaiva cāpatyaṁ tadāraṇyaṁ samāśrayet Artinya:Kalau seorang kepala rumah tangga sudah melihat kulitnya mulai…

  • Punarjanma (BG IV.9)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)2 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Punarjanma (BG IV.9) Punarjanma adalah kelahiran kembali. Punarjanma atau Punarbhawa merupakan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dalam kehidupan. Selama hidup di dunia ini, tabunglah sebanyak mungkin kebajikan, kebenaran, dan kemuliaan. Himpunlah Subhakarma sebagai bekal menuju Śivaloka dan Divyamloka, alam kedewataan. Tujuan tertinggi kehidupan adalah mencapai…

  • Pendidikan Anak Siswa Gunamantha

    Palangka Raya, 24.11.2024 Dalam pendidikan terhadap anak siswa, penting ditanamkan nilai luhur tentang pribadi yang bijaksana. Upaya pendidikan anak siswa Gunamantha terus dilakukan dalam komponen jenjang pendidikan. Disadari bahwa pendidikan anak siswa Gunamantha adalah pendidikan yang bertujuan menjadikan anak siswa bijaksana. Dalam referensi Itihasa, terutama pada Kakawin Ramayana, terdapat Wirama Sronco, yang dikutip berikut ini:“Gunamantha…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 09/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra disebutkan bahwa manusia yang terlahir namun mengingkari pelaksanaan dharma, bingung terhadap ajaran agamanya, serta hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi dengan hati yang tamak, disebut sebagai jadma kesasar (manusia yang tersesat). Sesungguhnya, kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri. Kehidupan manusia juga…

  • Sat Asat (BG XIII.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)24 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Sat Asat (BG XIII.21) Sat Asat adalah ada dan tiada, baik dan buruk. Manusia memiliki sifat (guṇa) sat asat, yaitu karakter baik dan buruk. Kedua sifat tersebut telah ada sejak dalam kandungan (yoni). Setelah lahir (janmansu), karakter baik dan buruk itu dipengaruhi (kāraṇam) oleh…