Jangan Menjadi Jadma Kesasar

Mutiara Weda
Yogyakarta, 07/06/2025

Umat Se-Dharma,
Dalam sastra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia namun ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak — orang semacam ini disebut Jadma Kesasar, atau manusia sesat.

Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama. Ini adalah suatu kesempatan untuk memperbaiki dan membenahi diri. Demikian pula, terlahir sebagai manusia itu sangatlah singkat, tak ubahnya seperti kilatan cahaya, dan sangat sulit untuk didapatkan kembali.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu, kita jalankan swadharmaning agama. Jangan sia-siakan kesempatan terlahir menjelma menjadi manusia di alam Samsara ini, dengan menegakkan ajaran Dharma Sevaka Dharma dan memancarkan Dharma Vahini dalam diri serta sesama umat se-Dharma. Niscaya umat Hindu akan mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan, baik di dunia sekala maupun niskala, menuju Jagadhita lan Kamoksan nantinya.

Peganglah filosofi Dharma bahwa:

Di mana ada keyakinan, di situ ada cinta kasih;
Di mana ada cinta kasih, di situ ada kedamaian;
Di mana ada kedamaian, di situ Ida Sang Hyang Widhi Wasa bersthana;
Di mana Ida Sang Hyang Widhi Wasa bersthana, di situ pasti ada kebahagiaan.
(Sarasamuscaya 8–9 & Bhagavad Gītā XVIII.78)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Umat Hindu Sembahyang Tiga Waktu

    Mutiara WedaYogyakarta, 19 Juli 2025 Umat Hindu Sembahyang Tiga Waktu Bapak dan Ibu Umat Se-Dharma yang terhormat, Di dalam pustaka suci Yajur Weda Samhitā diungkapkan tentang hakikat dari rasa bhakti. Dalam mengimplementasikan wujud rasa bhakti tersebut, umat Hindu menempuh jalan mendekatkan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi…

  • Bunga Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/10/2025 Umat sedharma, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang penuh tanpa gangguan akan membuat Ātman (roh sejati) dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju kelahiran yang disebut sebagai kelahiran Deva Yoni (lahir dalam wujud kedewataan), yang disebut dengan aiśvarya (kemuliaan), dan menjadi buah atau bunga-bunga dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit…

  • Rāgadveṣau (BG III.34)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)17 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Rāgadveṣau (BG III.34) Rāgadveṣau berarti cinta dan tidak membenci. Marilah menumbuhkan rāga svadeśau, yaitu rasa cinta terhadap negeri sendiri, serta adveṣau deśi, yaitu tidak membenci negeri sendiri. Cintailah bangsa. Cintailah negara. Tumbuhkan rasa cinta terhadap negeri sendiri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia….

  • Menjaga Kesucian Pikiran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 06/05/2025 Umat Sedharma, dalam susastra ada menyebutkan Dve karmani narah kurvaniha loke mahiyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu: Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada bedanya dengan membidik dan melepaskan anak panah. Setiap orang yang terkena pasti akan merasa sakit yang teramat dalam. Perkataan,…

  • Sumber-Sumber Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/07/2025 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci Weda diuraikan:“Idānīṁ dharma pramāṇānyāha, vedo ‘khilo dharma-mūlam…” dan seterusnya.Seluruh pustaka suci Weda adalah sumber utama Dharma, kemudian dilanjutkan dengan adat istiadat, tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijak yang mendalami ajaran Weda, serta tata kehidupan para ṛṣi atau orang-orang suci. Pada akhirnya, hal itu menuju pada kepuasan batin…

  • Satya-Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 08/08/2026 Umat Sedharma, dalam susastra Hindu disebutkan: Satyam nāsti paro dharmo, nānṛtaṁ pātakaṁ param: tidak ada Dharma atau kewajiban suci yang lebih tinggi daripada kebenaran (Satya), dan tidak ada dosa yang lebih rendah daripada dusta. Di mana ada Satya, di sanalah pasti ada Dharma. Kebenaran dan kebajikan tidak dapat dipisahkan serta senantiasa berdampingan…