Filosofi Yajñe Vadha
Palangka Raya, 23.9.2025
Oleh I Ketut Subagiasta
Disajikan sebuah uraian filosofi Yajñe Vadha, artinya penyembelihan hewan untuk upacara agama. Mari dimaknai nilai luhur Yajñe Vadha dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra V.39 yang dikutip sebagai berikut:
यज्ञार्थम् पशवः सृष्टाः स्वम् एव स्वयंभुवा ।
यज्ञोऽस्य भूत्यै सर्वस्य तस्माद् यज्ञे वधोऽवधः ॥
yajñārtham paśavaḥ sṛṣṭāḥ svam eva svayaṁbhuvā,
yajño ’sya bhūtyai sarvasya tasmād yajñe vadho ’vadhaḥ
Terjemahan:
Svayaṁbhū telah menciptakan hewan-hewan untuk tujuan upacara kurban. Hal itu telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan seluruh bumi ini. Dengan demikian, penyembelihan hewan untuk upacara bukanlah penyembelihan dalam arti lumrah.
Ada makna mulia tentang Yajñe Vadha, antara lain diuraikan dalam kajian ekoteologi berikut ini:
a) Svayaṁbhū yakni Tuhan Yang Maha Esa, Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa, menciptakan aneka hewan (sarvasya bhūtāni, yaitu semua makhluk) seperti ayam, itik, babi, sapi, kerbau, dan jenis-jenis hewan yang hidup di bumi ini untuk kebaikan dan kemakmuran alam semesta.
b) Yajñe Vadha artinya hewan yajña sebagai sarana suci penyembelihan hewan untuk upacara agama, antara lain:
- Deva Yajña (persembahan untuk para dewa),
- Manuṣa Yajña (persembahan untuk sesama manusia),
- Ṛṣi Yajña (persembahan untuk para ṛṣi atau resi),
- Bhūta Yajña (persembahan untuk para bhūta atau makhluk halus/unsur alam),
- Pitṛ Yajña (persembahan untuk para leluhur).
Sesungguhnya hal ini bermakna nyupat hewan (mendoakan/menyucikan hewan kurban) demi kemakmuran dan keharmonisan alam semesta. Hewan yang dipersembahkan dalam yajña suci bukanlah dosa, tidak tergolong hiṁsā-karma (perbuatan menyakiti), karena hewan sembelihan (paśuvadha, hewan yang dipersembahkan) sudah disucikan dengan mantra suci (paśu-mantra) serta upacara mapapada (ritual penyucian hewan kurban), demi kebaikan kehidupannya pada kelahiran di masa depan (jātasya nāgata).
Intinya, Yajñe Vadha adalah jenis hewan sembelihan untuk sarana yajña, supaya alam semesta menjadi harmonis (sundaram jagat). Kehidupan sarva-bhūtāni (seluruh makhluk) akan meningkat taraf hidupnya pada kelahiran berikutnya atas anugraha dari Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa.
Semoga semua hidup harmonis dan dapat dimaknai secara ekoteologi.
Rahayu. Svāhā. Kṣamā ca Kṣami.
