Filosofi Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ
Disajikan sebuah topik Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ yang berarti “istri berwajah cerah”. Mari dimaknai ajaran luhur bagi keluarga dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka V.150 yang dikutip sebagai berikut:
“सदा प्रहृष्टया भाव्यं गृह कार्येषु दक्षया
सुसंस्कृतो पस्करया व्यये चामुक्त हस्तया
sadā prahṛṣṭayā bhāvyaṁ gṛha kāryeṣu dakṣayā
susaṁskṛto paskarayā vyaye cāmukta hastayā“
Artinya:
“Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan rumah tangga, cermat dalam membersihkan alat-alat rumah tangga serta hemat dalam pengeluaran biaya.”
Makna Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ diuraikan secara singkat namun penuh manfaat, sebagai jalan menuju keluarga yang giat, semangat, kuat, dan sehat, sebagai berikut:
- Gṛha Kāryeṣu artinya pandai mengatur rumah tangga.
Maknanya, istri berwajah cerah harus diimbangi dengan kepandaian dalam mengelola urusan rumah tangga. Keluarga tampak bahagia berkat kehadiran istri yang menawan dan piawai mengurus keuangan serta dinamika rumah tangga. Istri yang cantik, namun juga cerdik dalam menjaga keharmonisan keluarga — menjadikan rumah tangga rukun, damai, dan harmonis; menuju keluarga sukhinah. - Susaṁskṛto artinya cermat dalam membersihkan alat rumah tangga.
Maknanya, istri adalah kunci dari keluarga yang bersih, sehat, dan nyaman. Wajah cerah seorang istri seharusnya selaras dengan kondisi rumah tangga yang tidak jorok, tidak kumuh, tidak kotor, tidak berantakan, serta tidak dipenuhi konflik. Istri juga tidak selalu menuntut, tidak bermuka muram, tidak mudah tersinggung, dan tidak manja. Sebaliknya, ia menjadi penyemangat keluarga, pengendali suami agar tidak menyimpang — menjauhi kecurangan, perselingkuhan, perjudian, dan berbagai perilaku negatif lainnya. - Paskarayā artinya hemat dalam mengatur keuangan keluarga.
Maknanya, istri berwajah cerah diiringi dengan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan. Ia tidak menciptakan kondisi sulit, tidak memancing pertengkaran, tidak gelisah, dan senantiasa hemat. Istri mampu berhemat tanpa keluhan berlebihan. Dalam suka duka, senyumnya meneduhkan suasana keluarga. Memang, menjadi istri ideal tidak mudah, tapi suami pun hendaknya tidak bersikap pelit. Bila memperoleh rejeki tambahan, hasil kerja keras tetap diberikan pada istri yang tangkas mengurus rumah tangga. Suami pun mencintai dengan tulus istri yang bersinar dalam cerah wajah dan keluhuran sikap — jauh dari kesulitan dan jauh dari hal-hal negatif.
Intinya, Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ adalah sosok istri berwajah cerah yang siap dan sigap mengurus keluarga sukhinah, sebagaimana tersurat dalam tiga komponen utama di atas.
Semoga rahayu. Svāhā. Ksama ca Ksami.
Palangka Raya, 1 Agustus 2025
Oleh: I Ketut Subagiasta
