umat Hindu di Indonesia

Manfaat Ajaran Agama Hindu

Palangka Raya, 18.11.2024
Oleh I Ketut Subagiasta

Angayubhabhagya dan puja-puji ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, bahwa sebagai umat Hindu kita merasakan aneka manfaat ajaran Agama Hindu.

Adapun manfaat ajaran Agama Hindu pada era aneka sisi, adalah sebagai berikut:

  1. Sumber ilmu pengetahuan berupa Paravidya (ilmu pengetahuan rohani) dan Aparavidya (ilmu pengetahuan teknologi).
  2. Sumber pembelajaran integritas, moralitas, dan sumber pengetahuan berkomunitas berbasis iptek secara digital.
  3. Sumber pembelajaran religi, edukasi, ekonomi, tradisi, komunikasi, informasi sains, sumber visi, inspirasi, dan medium pembelajaran generasi yang bersifat multidisiplin.
  4. Sumber pembelajaran generasi yang berkompetensi dan berkompetisi menuju era global.
  5. Sumber pembelajaran bagi aneka generasi dengan aneka profesi yang mumpuni di bumi penuh sinergi.
  6. Sumber pembelajaran karakter: multidisiplin, hard skill, soft skill, dan sumber pengkaderan yang kokoh, tangguh, jujur, berprestasi, bergengsi, bertanggung jawab, berkualitas, serta berdaya saing.
  7. Sumber pembelajaran inspirasi inovasi di segala kondisi, baik era dahulu, kini, maupun masa depan, menuju kemajuan dan kesuksesan aneka potensi yang jñani.

Demikian sajian tentang manfaat ajaran Agama Hindu yang merupakan spirit kemanusiaan secara universal menuju era maju aneka peradaban di segala lini. Sajian ini semoga bermanfaat bagi umat Hindu dan semua umat manusia di dunia.

Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami. Santih.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/12/2025 Umat sedharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan, menjadi sumber pengetahuan, sekaligus berfungsi sebagai perantara tercepat dalam diri manusia. Pikiran adalah penentu baik dan buruknya seseorang. Sebagai perantara yang paling cepat, pikiran mengawasi seluruh indria dan menjadikan niat atau tekad…

  • Filosofi Asta Prakrti

    Disajikan topik filosofi Asta Prakrti artinya delapan sifat alami. Mari dimaknai delapan sifat alami pada pustaka suci Bhagavad Gītā VII-4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव चbhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā.“ Artinya:Tanah, air, api, udara, ether, pikiran,…

  • Gunawan (SS 21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)28 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Gunawan (SS 21) Gunawan berarti bajik, bijak, dan bijaksana. Keutamaan manusia terletak pada kemampuannya membangun peradaban yang bajik, bijak, dan penuh kebijaksanaan. Dalam kehidupan, setiap persoalan atau prati samasya hendaknya dimusyawarahkan secara bijaksana melalui tarka-vitarka gunawan untuk memperoleh solusi terbaik atau sarvottama samādhāna. Dengan…

  • Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Jñānatapasaḥ (BG IV.10) Jñānatapasaḥ adalah orang-orang bijaksana yang taat. Jadilah pribadi yang bijaksana dan taat pada Dharma serta ajaran agama, dengan memahami ajaran Hindu dan mengamalkan nilai-nilai sucinya sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan yang mulia. Taat terhadap Dharma juga diwujudkan melalui kepatuhan kepada negara,…

  • Bersahabat dengan Kesabaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 31/10/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibarat cakramanggilingan (roda kehidupan yang terus berputar), silih berganti—kadang di atas, kadang di bawah—penuh tantangan dan ujian hidup. Tanpa ombak yang ganas, tak akan pernah diketahui kemampuan seorang peselancar; demikian pula tanpa cobaan, tantangan, dan godaan hidup, tidak akan tampak kualitas…

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara Weda11/11/2025 Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam). Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati…