Tri Guna dalam Tri Sarira

Mutiara Weda
Yogyakarta, 12/06/2025

Umat Se-Dharma,

Jika kita renungkan, dalam sastra Hindu, tubuh manusia sebenarnya dibentuk oleh tiga unsur lapisan yang memiliki fungsi serta kualitas berbeda-beda. Tiga unsur lapisan tersebut disebut: Tri Sarira.

Tiga unsur lapisan dalam diri manusia (Tri Sarira) meliputi:

A. Sthula Sarira / Raga Sarira
Yaitu badan kasar atau jasmani yang terbentuk dari unsur Panca Maha Bhuta dan Panca Maya Kosa.

B. Sukshma Sarira / Lingga Sarira
Yaitu badan halus yang dibentuk oleh Tri Antahkarana atau tiga penyebab akhir yang terdiri dari unsur:

  • Buddhi: berfungsi untuk menentukan keputusan.
  • Manah: berfungsi untuk berpikir dan menjalankan viveka.
  • Ahamkara: berfungsi untuk merasakan dan bertindak.

C. Antahkarana Sarira
Yaitu badan penyebab, sebagai lapisan yang paling halus — Atman — yaitu Jiwatman sebagai hidupnya hidup.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk memahami inti hakikat dari Tri Sarira yang menentukan kehidupan umat manusia di dunia ini, yang selalu dibayangi oleh unsur Tri Guna.

Tubuh manusia (Sthula Sarira) adalah alat dari pikiran (Sukshma Sarira), sedangkan Antahkarana Sarira / Atman yang menentukan gerak pikiran manusia.

Manakala ingatan dipengaruhi oleh Satwam, maka seseorang akan menjadi bijaksana, pandai, dan pemaaf.
Apabila ingatan dipengaruhi oleh unsur Rajas, maka seseorang menjadi pemarah, pendendam, serta ambisius.
Begitu pula, manakala ingatan dipengaruhi oleh unsur Tamas, maka seseorang akan menjadi pemalas, loba, serta rakus.
(MDS I.6 & Kitab Weda Samhita)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Paksinam

    Palangka Raya, 12 Juni 2025 Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan topik Paksinam, yaitu nama-nama burung. Secara ekoteologis, burung memiliki peran sebagai penolong kehidupan. Makna ajaran luhur ini juga tercermin dalam pustaka suci Bhagavad Gītā X.30 yang dikutip sebagai berikut: “प्रह्लादश्चास्मि दैत्यानां कालः कलयतामहम् ।मृगाणां च मृगेन्द्रोऽहं वैनतेयश्च पक्षिणाम् ॥ १०-३०॥prahlādaś cāsmi daityānāṁ kālaḥ kalayatām aham,mṛgāṇāṁ…

  • Filosofi Suvirùdha Mùlam

    Disajikan topik Suvirùdha Mùlam, yang berarti pohon atau tanaman yang berakar dalam dan kuat. Makna ini mengandung nilai-nilai luhur dalam ajaran ekoteologi Hindu — tentang pelestarian lingkungan dan keberlanjutan alam. Penjelasan ini bersumber dari Bhagavad Gītā XV.3, yang dikutip sebagai berikut: न रूपमस्येह तथोपलभ्यते नान्तो न चादिर्न च सम्प्रतिष्ठा ।अश्वत्थमेनं सुविरूढमूलमसङ्गशस्त्रेण दृढेन छित्त्वा ॥ १५-३॥…

  • Ikuti Jalan Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/02/2025 Umat sedharma, dalam Pustaka suci Weda ada mengungkapkan : Svasti Pantham anu carenam.. ..dst. Mengikuti jalan Dharma, jalan yang benar, jalan kebajikan atau jalan Dharma serta selalu mendekatkan diri Kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa merupakan kewajiban bagi setiap umat Hindu dalam melangsungkan kehidupan guna memperoleh Tuntunan & kemuliaan hidup. Orang yang memiliki…

  • Pentingnya Menjaga Kesucian Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/07/2025 Umat Se-dharma, kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau Hukum Ṛta ataupun…

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/10/2025 Umat Sedharma, dalam susahstra ada disebutkan: “Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate.”Ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan kasar (tan ujar ahala) dan tidak sekali-kali berniat melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada ubahnya seperti membidik…

  • Singkirkan Rasa Benci & Jauhkan Niat-Niat Jahat dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/02/2025 Umat se-dharma, dalam susastra ada mengungkapkan: Papma hato na somah, singkirkan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri dan kejarlah selalu nilai-nilai perilaku kebajikan & kemuliaan. Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela & jahat terhadap sesama merupakan suatu keharusan untuk menuju kebaikan, kemuliaan, serta terbangunnya kesucian batin. Oleh karena itu, sebagai umat…