Bersahabat dengan Kesabaran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 12/01/2026

Umat Sedharma, jika dicermati, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibaratkan Cakra manggilingan (roda kehidupan) yang selalu berputar-putar, silih berganti, terkadang di atas pun terkadang di bawah, selalu bergantian dan penuh dengan berbagai cobaan serta tantangan hidup.

Tanpa adanya ombak yang ganas, tak akan pernah tahu kemahirannya dalam bermain peselancar. Begitu pula, tanpa adanya cobaan, tantangan, dan godaan hidup, tidak akan pernah tahu kualitas kedewasaan dan tingkat kesabaran yang dimilikinya.
Cobaan dan godaan hidup bisa datang setiap saat dan setiap waktu; umat manusia perlu bersahabat dengan ketenangan dan kesabaran tersebut, belajar bercermin dari layang-layang yang dibuat naik oleh angin yang kencang. Demikian pula, hanya kolam yang tenang yang bisa membuat lotus menjadi mekar.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk membangun kesucian diri, baik lahir maupun batin, dengan landasan ketenangan, kesabaran, dan kedamaian hati. Niscaya (pasti), kehidupan yang Satyam (kebenaran), Sivam(kesucian), dan Sundaram (keindahan), Manah Santih (kedamaian pikiran) maupun Parama Santih (kedamaian tertinggi) akan dapat terwujud. (Wrhaspati Tattwa & SS. 92–95)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sad Ripu dan Sapta Timira: Musuh Utama Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 31 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra disebutkan: Ragādhi musuh maparo rihati yotonggwanya tan madoh riawak. Sesungguhnya, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan berada di dalam diri sendiri sebagai akibat dari kegagalan menyelaraskan unsur-unsur Tri Guna Tattwa, yaitu sattvam, rajas, dan tamas. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat-sifat luhur yang…

  • Filosofi Sarasvati

    Disajikan topik Sarasvati, yang artinya Dewi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Mari kita pahami ajaran nilai luhur yang tersurat dalam pustaka suci Siva Purana 1.12.9, yang dikutip sebagai berikut: “सरस्वती नदी पुण्या प्रोक्ता षष्टिमुखा तथा ।तत्तत्तीरे वसेत्प्राज्ञः क्रमाद्ब्रह्मपदं लभेत् ॥ ९ ॥sarasvatī nadī puṇyā proktā ṣaṣṭimukhā tathā |tattattīre vasetprājñaḥ kramādbrahmapadaṁ labhet || 9 ||” Artinya:Sungai suci…

  • Berkesadaran Berperilaku Bijak

    Mutiara WedaYogyakarta, 20 Juli 2026 Orang yang memiliki kualitas kerohanian pada tingkatan Samyagjñāna serta memahami berbagai pengetahuan suci (Vruh Ring Sarva Jñāna) tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat maupun berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat. Apabila direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia, sebagaimana diungkapkan dalam ajaran rihati ya tonggwanya…

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 06/05/2026 Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri atau bersifat rājasika, sudah dapat dipastikan hal tersebut mencerminkan rendahnya kualitas rohani dan tingkatan spiritual yang dimiliki, sehingga cenderung melahirkan kerasnya jiwa serta matinya rasa. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi suatu kewajiban untuk membangun pura…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara Weda27/09/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapapun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) serta mensinergiskan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sambil…