Konsep Ngayah dalam Beragama Hindu

Mutiara Weda
Yogyakarta, 15/06/2026

Umat sedharma,

Dalam pustaka suci disebutkan: Kurvann eveha karmāṇi jijīviṣec chataṁ samāḥ … Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk bekerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban sekaligus kebajikan.

Berbuatlah semata-mata demi kewajiban, bukan karena selalu memikirkan hasil dari perbuatan itu. Jangan menjadikan pahala sebagai motif utama. Inilah konsep ngayah dalam ajaran etika Hindu.

Ida Sang Hyang Widhi Wasa menyayangi mereka yang berkarma dengan ketulusan hati, yang memegang teguh konsep bekerja sebagai suatu kewajiban dengan sesanti bahwa ketekunan berada di tangan kanan dan kejayaan berada di tangan kiri sebagai sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan pernah berhenti berkarma dengan landasan ketulusan. Jadikan konsep ngayah sebagai bentuk implementasi karma yang suci. Niscaya keberhasilan akan diperoleh dan kemakmuran akan dapat dinikmati, sebagaimana tersirat dalam ungkapan Taraṇir ijjayati kṣeti puṣyati.

(Yajurveda XL.2)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 1 Agustus 2026 Umat Sedharma, Manah atau pikiran merupakan sinar cahaya yang mampu menjelajah ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun setiap perilaku maupun tindakan, menjadi sumber pengetahuan, serta berperan sebagai perantara yang paling cepat dalam diri manusia. Pikiran merupakan penentu baik dan buruknya seseorang. Pikiran mengawasi seluruh indria serta menjadikan niat atau tekad…

  • Amāvāsyāyam (Chāndogya Upaniṣad V.2.4)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Selasa, 12 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Amāvāsyāyam (Chāndogya Upaniṣad V.2.4) Amāvāsyāyam adalah Tilem, yaitu saat bulan gelap atau malam tanpa cahaya bulan. Sebaliknya, Pūrṇimā atau Purnama adalah saat bulan terang. Amāvāsyā dan Pūrṇimā merupakan hari yang baik untuk melaksanakan dīkṣā atau penyucian diri, melakukan melukat, mandi suci, atau snānam. Prati…

  • Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/05/2026 Umat Sedharma, dalam susastra diungkapkan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Sesungguhnya kesadaran dan kemampuan digunakan untuk mengekang seluruh indria guna menghasilkan pengetahuan rohani. Membangun sifat kedewataan, yaitu sifat yang penuh dengan kebajikan, dengan menghapus niat buruk menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kekuatan kedewataan dengan menyelaraskan dan…

  • Sumber-Sumber Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/07/2025 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci Weda diuraikan:“Idānīṁ dharma pramāṇānyāha, vedo ‘khilo dharma-mūlam…” dan seterusnya.Seluruh pustaka suci Weda adalah sumber utama Dharma, kemudian dilanjutkan dengan adat istiadat, tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijak yang mendalami ajaran Weda, serta tata kehidupan para ṛṣi atau orang-orang suci. Pada akhirnya, hal itu menuju pada kepuasan batin…

  • Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/04/2026 Umat sedharma, tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mencapai kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala (lahir) maupun niskala (batin), dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai landasan utama. Kebahagiaan, jika ditinjau dari sifatnya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk. Kebahagiaan yang timbul dari hubungan antara indria dengan objek duniawi disebut kebahagiaan rājasa. Kebahagiaan yang berujung…