Bhoga-Svātantrya

Mutiara Weda
Yogyakarta, 14/06/2026

Umat sedharma, dalam sesanti Hindu disebutkan:

Ala Ulah Ala Tinemu, Ayu Kinardi Ayu Pinanggih.

Benih padi yang ditanam, padi pulalah yang akan dipetik nantinya. Begitu pula benih jagung yang ditanam, jagung pulalah yang akan menjadi hasilnya. Demikianlah Hukum Karma Phala bekerja dalam kehidupan manusia.

Manusia tidak memiliki kebebasan untuk menentukan hasil dari perbuatannya (Bhoga-Svātantrya), tetapi setiap manusia memiliki kebebasan untuk menentukan sebab dari perbuatan itu sendiri (Karma-Svātantrya).

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk senantiasa berbuat kebajikan sehingga melahirkan karma vāsanā yang dilandasi sifat-sifat Daivī Vāk (ucapan yang luhur dan bersifat ketuhanan). Niscaya kebahagiaan akan dapat diwujudkan, baik kebahagiaan sekala (lahiriah) maupun niskala (rohaniah), pada akhirnya.

(Kitab Arjunawiwāha)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 8 Juni 2026 Umat se-dharma, Panca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut Nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut Niṣkriya. Oleh karena itu,…

  • Filosofi Naksatranam

    Disajikan topik Naksatranam artinya bintang-bintang. Mari maknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā X-21 yang dikutip sebagai berikut: “आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi.” Artinya:“Dari para āditya, Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang bersinar Aku adalah Matahari; dari para Marut Aku…

  • Filosofi Dharmādharmā

    Oleh I Ketut Subagiasta Diuraikan bahwa filosofi dharmādharmā berarti ajaran tentang kebenaran dan ketidakbenaran. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra I.26 berikut: “karmaṇāṃ ca vivekārthaṃ dharmādharmau vyavecayat, dvandvair ayojayac cemāḥ sukha-duḥkhādibhiḥ prajāḥ.” Terjemahan: “Lagi pula, untuk membedakan tingkah laku ciptaan-Nya, Ia membedakan tujuan antara dharma dan adharma, serta menjadikan makhluk mengalami…

  • Filosofi Asakta Buddhih

    Palangka Raya, 21/09/2025 Diuraikan sebuah sajian konteks ekoteologi yakni Asakta Buddhih, artinya kecerdasan yang tidak terikat di mana saja. Mari dimaknai ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XVIII.49 yang dikutip berikut ini: असक्तबुद्धिः सर्वत्र जितात्मा विगतस्पृहः ।नैष्कर्म्यसिद्धिं परमां संन्यासेनाधिगच्छति ॥ १८-४९॥ asakta-buddhiḥ sarvatra jitātmā vigata-spṛhaḥ,naiṣkarmya-siddhiṁ paramāṁ sannyāsenādhigacchati Artinya:“Orang yang kecerdasannya tak terikat di mana…

  • Tri Dharma Sandhi

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/09/2025 Umat Se-dharma, Umat Hindu dalam menjalankan proses kehidupan guna mencapai tujuan hidupnya, yaitu kebahagiaan lahir dan batin — manah śāntiḥ maupun parama śāntiḥ — dengan tuntunan pustaka suci Weda, baik Weda Śruti maupun Weda Smṛti. Catur Weda merupakan Weda Śruti sebagai Weda inti (śiraḥ), sedangkan Smṛti merupakan Dharma Śāstra. Keduanya harus diyakini…