Suryasahasrasya (BG XI.12)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
22 Juli 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Suryasahasrasya (BG XI.12)

Suryasahasrasya diibaratkan laksana cahaya seribu matahari yang terbit secara bersamaan dan memancarkan sinar yang cemerlang di angkasa. Sesungguhnya, cahaya tersebut melambangkan sinar keadilan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kekuasaan Tuhan meliputi angkasa, jagat raya, dan seluruh alam semesta. Keadilan-Nya dianugerahkan kepada semua ciptaan tanpa pilih kasih. Seluruh makhluk memperoleh sinar kasih sayang-Nya secara merata, tanpa membedakan satu dengan yang lain. Cahaya-Nya yang cemerlang menerangi seluruh ciptaan (sarvabhūteṣu) dengan penuh kasih dan keadilan.

Filosofi Surya Brata mengajarkan bahwa seorang nāyaka atau pemimpin hendaknya memiliki karakter yang adil, bijaksana, serta mampu mengayomi semua pihak dalam semangat kebersamaan.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Àdityàjàyate Vrstir

    Palangka Raya, 26.9.2025Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik Àdityàjàyate Vrstir artinya “dari matahari turunlah hujan”. Mari renungkan nilai luhur ekoteologi dalam pustaka suci MĀNAVA DHARMAŚĀSTRA – SLOKA III-76 yang dikutip sebagai berikut: “अग्नौ प्रास्ताहुतिः सम्यग् आदित्यम् उपतिष्टतेआदित्याज्जायते वृष्टिर् वृष्टेरन्नं ततः प्र­जाःagnau prāstāhutiḥ samyag ādityam upatiṣṭateādityājjāyate vṛṣṭir vṛṣṭerannaṁ tataḥ pra­jāḥ Terjemahan:Persembahan yang dimasukkan ke dalam…

  • Bangun Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara Weda07/07/2025 Umat Sedharma,Tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala maupun kebahagiaan niskala, dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai barometer utama dalam mencapainya. Kebahagiaan, jika dilihat dari sifatnya, dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yaitu: Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kebahagiaan dalam diri, baik manah śānti (ketenangan pikiran) maupun…

  • Filosofi Om Tat Sat

    Palangka Raya, 13.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik Filosofi Om Tat Sat, yang berarti tiga aspek lambang Brahman, Tuhan Yang Maha Esa. Mari dipahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu pada pustaka suci Bhagavad Gītā XVII-23 yang dikutip sebagai berikut: “ओं तत्सदिति निर्देशः ब्रह्मणस्त्रिविधः स्मृतः ।ब्राह्मणास्तेन वेदाश्च यज्ञाश्च विहिताः पुरा ॥ १७-२३॥oṁ tat sad…

  • Ikuti Jalan Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/02/2025 Umat sedharma, dalam Pustaka suci Weda ada mengungkapkan : Svasti Pantham anu carenam.. ..dst. Mengikuti jalan Dharma, jalan yang benar, jalan kebajikan atau jalan Dharma serta selalu mendekatkan diri Kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa merupakan kewajiban bagi setiap umat Hindu dalam melangsungkan kehidupan guna memperoleh Tuntunan & kemuliaan hidup. Orang yang memiliki…

  • Filosofi Sugihan

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/06/2026 Umat sedharma, salah satu kewajiban umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah melaksanakan upacara penyucian yang dikenal dengan Sugihan sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali memiliki makna penyucian Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis Wage…

  • Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Jñānatapasaḥ (BG IV.10) Jñānatapasaḥ adalah orang-orang bijaksana yang taat. Jadilah pribadi yang bijaksana dan taat pada Dharma serta ajaran agama, dengan memahami ajaran Hindu dan mengamalkan nilai-nilai sucinya sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan yang mulia. Taat terhadap Dharma juga diwujudkan melalui kepatuhan kepada negara,…