Sevaka Dharma

Mutiara Weda

Yogyakarta, 14/05/2026

Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa manusia yang dilahirkan ke dunia namun ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya sendiri, terlebih hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, disebut sebagai jadma kesasar atau manusia sesat.

Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri. Demikian pula, terlahir sebagai manusia adalah sesuatu yang sangat singkat dan berharga, tak ubahnya seperti kilatan cahaya yang hanya sesaat, serta sangat sukar untuk diperoleh.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu menjalankan svadharmaning agama dengan sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan terlahir sebagai manusia di alam saṁsāra ini dengan menegakkan ajaran Dharma melalui Sevaka Dharma, serta memancarkannya dalam diri maupun kepada umat se-dharma sebagai Dharma Vāhinī. Niscaya, umat Hindu akan memperoleh kebahagiaan, baik di dunia sekala maupun niskala, menuju jagadhita dan kamokṣan nantinya. (SS 8 & 9)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

    Umat Se-Dharma, dalam pustaka suci ada mengungkapkan: tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan, begitu juga tidak ada musuh sejahat kemarahan (Krodha), pun tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan. Demikian pula halnya, tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (Tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan di zaman ini,…

  • Sat, Cit, Ānanda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/11/2025 Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda diajarkan untuk selalu setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menuju ketenangan serta kedamaian batin (parama śānti). Kebenaran dan kejujuran adalah sifat dan hakikat ke-Tuhanan: Sat, Cit, Ānanda Brahman (ada–kesadaran–kebahagiaan murni), yang menjadi bagian dari dasar keyakinan (śraddhā) dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu…

  • Drstha yang Mendasari Kebhinekaan dalam Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 07/10/2026 Umat se-Dharma, dalam pustaka suci ada disebutkan: Śrutis tu Vedo vijñeyo Dharmaśāstram tu vai Smṛtiḥ,te sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ Dharmo hi nirbabhau. Artinya: yang dimaksud dengan Śruti adalah Veda dan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini menjadi sumber Dharma dan menjadi landasan dalam memahami serta menjalankan ajaran Dharma. Hindu yang membumi dalam…

  • Filosofi Akasam

    Disajikan topik filosofi Akasam yang artinya ether, udara, angkasa, ākāśa. Mari dimaknai ajaran teoekologi terkait udara pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup di mana-mana,…