Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

Mutiara Weda
11/11/2025

Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam).

Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati nurani dengan nilai-nilai Dharma—satyam—dengan landasan Tri Kaya Parisudha (tiga penyucian pikiran, kata, dan perbuatan). Niscaya akan terbangunnya umat Hindu yang śānti, manah śānti, maupun parama śānti (damai lahir dan batin).
(M. Dharmaśāstra IV.138 / Sarasamuccaya 75)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/01/2026 Umat se-dharma,bila dicermati dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih luhur daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melaksanakan perbuatan baik, śubha karma (perbuatan yang luhur), serta…

  • Bhoga-Svātantrya

    Mutiara WedaYogyakarta, 28 Mei 2026 Umat se-dharma, dalam sesanti Hindu disebutkan: “Ala ulah ala tinemu, ayu kinardi ayu pinanggih.” Benih padi yang ditanam akan menghasilkan padi, demikian pula benih jagung yang ditanam akan menghasilkan jagung. Demikianlah hakikat Hukum Karma Phala, bahwa setiap perbuatan akan melahirkan akibat yang sepadan dengan sebab yang ditimbulkannya. Manusia tidak memiliki…

  • Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74) Aṣṭa Coraḥ dan Ṣaḍātatāyī adalah delapan perbuatan curang dan enam perbuatan kejam. Ada caturdaśa atau empat belas perbuatan curang dan kejam, antara lain: membegal, merampas, merampok, mengamuk, menganiaya, membunuh, menyihir, meracun, mencuri, memfitnah, memancung, menyakiti, merusak, dan menipu….

  • Kīrti (Slokāntara 7)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)8 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Kīrti (Slokāntara 7) Kīrti adalah orang bijaksana dan budiman. Kīrti memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. tidak dendam atau adveṣa terhadap orang lain;b. selalu jujur atau ārjava terhadap siapa pun;c. tidak marah atau akrodha kepada orang lain;d. tidak curang atau na coraḥ terhadap siapa pun…

  • Filosofi Ātmanastya

    Palangka Raya, 29.9.2025Oleh I Ketut Subagiasta Sangat penting diuraikan mengenai filosofi Ātmanastya (bunuh diri). Mari dipahami ajaran dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra, sloka V.89 tentang bunuh diri dikaji secara ekoteologi yang mengandung nilai pendidikan Hindu, dikutip sebagai berikut: “वृथासंकर जातानां प्र व्रज्यासु च तिष्ठताम्आत्मनस्त्य् आगिनां चैव निर्वर्तेत् ओदक क्रिया” vṛthāsaṁkara jātānāṁ pra vrajyāsu ca tiṣṭhatāmātmanastya…

  • Umat Hindu Sembahyang Tiga Waktu

    Mutiara WedaYogyakarta, 19 Juli 2025 Umat Hindu Sembahyang Tiga Waktu Bapak dan Ibu Umat Se-Dharma yang terhormat, Di dalam pustaka suci Yajur Weda Samhitā diungkapkan tentang hakikat dari rasa bhakti. Dalam mengimplementasikan wujud rasa bhakti tersebut, umat Hindu menempuh jalan mendekatkan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi…