Suluh Kehidupan
Mutiara Weda
Yogyakarta, 03/01/2026
Umat se-dharma,
bila dicermati dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih luhur daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun.
Melaksanakan perbuatan baik, śubha karma (perbuatan yang luhur), serta mensinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan—Tri Kāya Pariśuddha (tiga penyucian perilaku)—serta memahami hakekat ajaran Dharma, merupakan obor atau penerang kehidupan bagi setiap umat manusia menuju kehidupan yang berlandaskan Satyam (kebenaran), Śivam (kesucian/kebaikan), dan Sundaram (keindahan).
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan ajaran Dharma dan menjadikannya cahaya dalam kehidupan, Śuluh Ikang Prabhā (pelita sinar kehidupan). Apabila perkataan, perbuatan, dan pikiran yang dilakukan tidak menyenangkan atau menyakitkan bagi diri sendiri, maka hendaknya jangan pula dilakukan terhadap orang lain. Dengan demikian, seluruh indria dapat dikendalikan, sehingga terbangun perilaku yang diliputi kedamaian menuju Dharma Lakṣaṇa (perilaku yang sesuai dengan Dharma).
Niscaya, jalan ini akan menuntun pada kehidupan yang harmonis dan bermakna.
(Ślokāntara 29 dan Sarasamuccaya, hlm. 41–42)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara( PSN) Pusat
