umat Hindu di Indonesia

Implementasi Agama Hindu

Palangka Raya, 19.11.2024

Mengenai implementasi Agama Hindu, sumbernya dijelaskan berikut ini:

  1. Bhagavad Gītā, sloka IV-31
    “यज्ञशिष्टामृतभुजो यान्ति ब्रह्म सनातनम् ।
    नायं लोकोऽस्त्ययज्ञस्य कुतोऽन्यः कुरुसत्तम ॥ ४-३१॥
    yajña-śiṣṭāmṛta-bhujo yānti brahma sanātanam
    nāyaṁ loko ‘sty ayajñasya kuto ‘nyaḥ kuru-sattama”
    Artinya:
    Mereka yang makan sisa persembahan sebagai amṛta akan mencapai Brahman yang kekal abadi. Dunia ini bukan bagi yang tidak beryajña, apalagi dunia yang lain, wahai Arjuna.Maknanya:
    Tekunlah beryajña dan nikmatilah sisa yajña, maka akan memperoleh tujuan tertinggi.
  2. Bhagavad Gītā, sloka IV-32
    “एवं बहुविधा यज्ञा वितता ब्रह्मणो मुखे ।
    कर्मजान्विद्धि तान्सर्वानेवं ज्ञात्वा विमोक्ष्यसे ॥ ४-३२॥
    evaṁ bahu-vidhā yajñā vitatā brahmaṇo mukhe
    karma-jān viddhi tān sarvān evaṁ jñātvā vimokṣyase”
    Artinya:
    Banyak dan beraneka warna persembahan yajña bhakti dihaturkan kepada Brahman. Semuanya itu berasal dari kerja; mengetahui ini, engkau akan mencapai moksa.Maknanya:
    Tekunlah beryajña kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui kerja, maka akan tercapai tujuan tertinggi.
  3. Bhagavad Gītā, sloka IX-26
    “पत्रं पुष्पं फलं तोयं यो मे भक्त्या प्रयच्छति ।
    तदहं भक्त्युपहृतमश्नामि प्रयतात्मनः ॥ ९-२६॥
    patraṁ puṣpaṁ phalaṁ toyaṁ yo me bhaktyā prayacchati,
    tad ahaṁ bhakty-upahṛtam aśnāmi prayatātmanaḥ”
    Artinya:
    Siapapun yang dengan sujud bhakti kepada-Ku mempersembahkan sehelai daun, sekuntum bunga, sebiji buah, atau seteguk air, Aku terima sebagai bhakti persembahan dari orang yang berhati suci.Maknanya:
    Implementasi Agama Hindu adalah tekun mempersembahkan daun, bunga, air, dan buah dengan hati suci, sehingga diterima oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
  4. Bhagavad Gītā, sloka III-12
    “इष्टान्भोगान्हि वो देवा दास्यन्ते यज्ञभाविताः ।
    तैर्दत्तानप्रदायैभ्यो यो भुङ्क्ते स्तेन एव सः ॥ ३-१२॥
    iṣṭan bhogān hi vo devā dāsyante yajña-bhāvitāḥ
    tair dattān apradāyaibhyo yo bhuṅkte stena eva saḥ”
    Artinya:
    Sesungguhnya keinginan untuk mendapat kesenangan telah diberikan kepadamu oleh para dewa karena yajñamu. Sedangkan ia yang memperoleh kesenangan tanpa memberikan yajña, sesungguhnya adalah pencuri.Maknanya:
    Implementasi Agama Hindu adalah tekunlah beryajña sesa setelah memasak, baru menikmati hasilnya. Jika memasak tanpa yajña sesa, itu sama saja seperti pencuri (stena).

Demikian uraian mengenai implementasi Agama Hindu berdasarkan sumber suci dari pustaka Bhagavad Gītā yang dikutip. Semoga sajian ini bermanfaat.

Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Berbuat Jahat Akan Membuat Hidup Tersiksa

    Mutiara WedaYogyakarta, 9 Juni 2026 Umat sedharma, dalam susastra Hindu diuraikan: “Tāpūṃsi tasmai vṛjināni santu”. Perbuatan yang penuh dengan niat-niat jahat, licik, dan iri hati akan membuat kehidupan menjadi terbebani dan tersiksa. Perbuatan yang dipenuhi kejahatan dan dosa tidak akan pernah berhasil mengarungi kehidupan di alam saṃsāra ini. Kebaikan atau kebajikan tidak pernah bersahabat dengan…

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/04/2026 Umat sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan iri hati (mātsarya) merupakan kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang satyam, śivam, dan sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan, serta cinta kasih kepada sesama (prema vāhinī). Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki bercokol dalam diri. Apabila batin senantiasa diselimuti oleh rasa iri…

  • Filosofi Āpah Prakṛti

    Palangka Raya, 13.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Āpah Prakṛti, artinya sifat alami air, ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api,…

  • Filosofi Muniprasna

    Palangka Raya, 22.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Om Swastyastu Disajikan sebuah topik Filosofi Munipraśna, artinya pertanyaan para orang bijaksana. Mari dipahami makna ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa 1.1.39 yang dikutip sebagai berikut: “इति श्रीशैवेमहापुराणे विद्येश्वरसंहितायां मुनिप्रश्नवर्णनो नाम प्रथमोऽध्यायः ॥ १ ॥iti śrīśaivemahāpurāṇe vidyeśvarasaṁhitāyāṁ munipraśnavarṇano nāma prathamo’dhyāyaḥ || 1 || Terjemahan:Inilah Śiva Mahāpurāṇa, Bab…

  • Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/02/2026 Umat Sedharma, tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala (nyata) maupun kebahagiaan niskala (rohani) nantinya, dengan menempatkan kesucian pikiran menjadi barometer dalam mencapainya. Kebahagiaan jika dilihat dari sifatnya dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk yaitu: kebahagiaan yang timbul dari hubungan antara indra dengan objek duniawi disebut dengan…

  • Harmoniskan Unsur Triguṇatattva dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/01/2026 Umat se-dharma,orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kali Yuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan manusia mensinergikan unsur Tri Guṇa—sattva (kemurnian/keseimbangan), rajas (dinamika/nafsu), dan tamas (kegelapan/kemalasan)—di dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan kṣamā (sikap memaafkan dan tahan uji) merupakan sifat bijak dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *