Śraddhā & Bhakti, Landasan dalam Beragama
Mutiara Weda
Yogyakarta, 15/05/2026
Umat se-dharma, kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya melalui keyakinan spiritual dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanātana Dharma.
Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu Ṛta ataupun Hukum Karma, dengan landasan kejujuran dalam menyinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan melalui Tri Kāya Sandhi.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu marilah kita membangun kesucian diri melalui pengendalian indria, sehingga dapat menghindarkan diri dari balutan kegelapan pikiran (Sapta Timira), serta tidak menjerumuskan ataupun mencelakakan diri dengan melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma agama. Niscaya, Cakra Dharma akan berputar secara sinergis dalam nilai satyam, śivam, dan sundaram guna menata kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis, menuju manaḥ śānti maupun parama śānti. (Yajur Veda 19.30)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat
